Category Archives: Travel

Medan 1 : Sambutan Sempurna Kota Medan!

Katanya, Tuhan dekat dengan orang yang patah hati.

Melimpahnya berkat yang kami berdua rasakan sejak pertama kali menapak kota Medan mungkin adalah salah satu cara Tuhan merefleksikan kehadiranNya di dekat kami (teriak Amin keras-keras!)

***  

DARI BANDARA KUALA NAMU KE KOTA MEDAN

Bandara Kuala Namu bagusssss! Sambil menunggu kedatangan Majellin, saya melihat-lihat kagum dan bersyukur ternyata Indonesia bisa punya bandara oke kaya gini 🙂

Saat melihat Majellin di gate Kedatangan Domestik, saya spontan berlari dan memeluknya. Walaupun tidak sedramatis film-film Korea (karena kami bukan pasangan, haha! ;)) tapi rasanya menyenangkan akhirnya bisa bercengkrama dengan teman baik setelah sekian lama.

IMG_2619

Awalnya, kami cukup bingung bangaimana tiba di pusat kota Medan dari bandara baru yang letaknya cukup jauh ini. Setelah bertanya kesana-kemari, akhirnya kami memberanikan diri menggunakan taksi yang tersedia di bandara. Karena menggunakan taksi non-Blue Bird, kami sempat ragu karena khawatir tidak aman apalagi di kota asing. Namun, di lima menit pertama, ketakutan kami langsung luntur karena si Abang (panggilan pengganti “Mas”) begitu ramah dan menyenangkan. Saking baiknya, Abang tidak ragu memberikan arahan dan juga saran tempat mana saja yang wajib dikunjungi di Medan. Yang paling penting, ia menyalakan argo dan tidak menentukan tarif taksi seenaknya. Ah, awal yang sempurna untuk kedatangan kami di Medan. Terimakasih Abang!

Biaya Taksi dari Kuala Namu Airport – Pusat Kota Medan (hingga tiba di hotel) : Rp 150.000

*Info Transportasi Bandara Kuala Namu ke Kota Medan :

1. Taksi : Rp 150.000,00 ish

2. Kereta : Rp 80.000 per orang (setiap 2 jam)

3. Bus : Rp 15.000 per orang (setiap 15-30 menit)

 

WE LOVE “511 IDEAL STAY HOTEL”

Bertugas untuk mencari hotel di sebuah kota asing itu tidak mudah, apalagi kalau yang dicari adalah penginapan bagus dan juga murah. Berusaha untuk mendapatkan harga dan tempat terbaik, beberapa hari sebelum kepergian ke Medan saya merelakan diri berkutat dengan application pemindai hotel jagoan, Agoda.

Setelah mempelajari review hotel beserta peta kota Medan yang (untungnya) mudah dipahami, saya menjatuhkan gelar top two pada dua hotel yaitu Hotel Kesawan dan 511 Ideal Stay. Dari Agoda dan beberapa referensi online, Hotel Kesawan memiliki reputasi yang cukup. Lokasinya yang strategis dan berada di jalan protokoler menjadi alasan utama mengapa para wisatawan memilih untuk tinggal disana. Hotel Kesawan terletak tepat di depan salah satu restoran popular di Medan, Tip Top. Sedangkan 511 Ideal Stay adalah sebuah hostel baru berlokasi di salah satu gang seberang Hermes Place. Walau belum ada review dari pengguna sebelumnya di Agoda, saya tertarik dengan hostel ini karena konsep desain dan kebersihan yang terlihat di fotonya.

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya menggesek CreditCard dan memilih 511 Ideal Stay! Jujur, saya agak seram dan ogah tinggal di tempat kuno yang berkesan suram seperti Hotel Kesawan (hiks) 😦

Foto-Foto 511 Ideal Stay Hotel :

478741_130531163046_STD

Chill, the actual condition is as good as it is seen on the pictures 🙂

478741_130531163045_STD 478741_13060402130012623561_STD

Dengan harga promo sebesar Rp 250.000 per malam, kami berdua sangat puas akan kondisi kamar hotel dan pelayanan yang diberikan 🙂 Setelah menempuh perjalanan dari Bandara Kuala Namu, kami disambut oleh kehangatan resepsionis 511 Ideal Stay. Nuansa hotel yang minimalis dan dominan dengan warna coklat beraksen kayu membuat kami nyaman dan homy, seperti di rumah sendiri.

Tidak hanya itu, para pengunjung diberi kebebasan untuk memasak dan menggunakan fasilitas dapur yang ada, seperti meja makan bersama dan microwave. Tata ruang yang indah di setiap sudut semakin menyenangkan hati kami berdua. Setiba di kamar tidur, kami berdua pun loncat-loncat kegirangan karena merasa beruntung memilih hostel ini 😀 😀 😀

Walau tidak terletak di jalan utama, lokasi hotel ini sangat mudah diakses dan strategis karena semua tempat wisata menarik seperti Rumah Tjong A Fie, Tip-Top, dan Merdeka Walk dapat ditempuh dengan jalan kaki!

Biaya 511 Ideal Stay : 250.000 per malam x 2 malam = Rp. 500.000

Tunggu ulasan tentang tempat-tempat seru selanjutnya!

***

 

Prolog : Mengapa Saya ke Medan?

IMG_3108

“El, kamu juga pelajari peta Medan donk, jadi nanti kita sama-sama tau mau pergi kemana..” ujar saya sambil ribet klik sana sini di laman web tripadvisor, lonely planet, dan pastinya google map.

T y p i n g…

“Aku pergi ini cuma mau ketemu sahabat dan mau dia peluk aku…”balas Majellin melalui WhatsApp-nya

Sayapun terdiam 😥

***

TRAVEL DARURAT

Berpacaran selama 8 tahun (OMG!) dan akhirnya putus membuat hati sahabat saya remuk ga karuan. Tiap hari rasanya dibayangi sosok mantan kekasih yang susah dihilangkan, apalagi dilupakan. Air mata sudah jadi makanan setiap hari. Saya jadi prihatin dan ikutan sedih liat kondisi Majellin yang sedang kacau. Ya, ia sedang patah hati setelah hubungannya yang berumur sewindu kandas ditengah jalan.

Sambil menyelam minum air, saya pun tidak ingin menyia-nyiakan liburan ‘kejepit’ Hari Raya Idul Adha. Tidak ada salahnya menghabiskan uang sisa gaji untuk sesuatu berharga dan tidak dapat digantikan, yaitu kesempatan bertemu sahabat baik sambil mengeksplorasi kekayaan negeri Indonesia 🙂

Hati saya sangat gembira mengetahui bahwa kami – yang selama ini tidak tinggal dalam satu kota – akhirnya bisa bertemu. Bagian terbaiknya, kami akan menghabiskan beberapa hari di bulan Oktober di kota yang benar-benar asing, yaitu Medan. Angan mengenai liburan seru bukan menjadi alasan utama kami bertemu satu dengan yang lain. Jauh di lubuk hati yang paling dalam, saya berharap bahwa quality time ini dapat meringankan dan menyemangati hatinya.

KENAPA MEDAN?

Dalam menentukan kota yang dipilih, kami (lebih  tepatnya, saya) mencari referensi mulai dari teman-teman sekitar hingga laman web travel terkemuka seperti tripdavisor, lonely planet, dan agoda map. Saat proses browsing tersebut, saya menyadari betapa miskinnya pengetahuan dan pengalaman saya akan kota-kota di Negara sendiri 😦 Ternyata banyak sekali lokasi-lokasi menarik di Indonesia yang belum pernah saya kunjungi, bahkan melintas di pikiran saja tidak.

Setelah bingung antara Makassar, Palembang, atau Medan, akhirnya kami memilih untuk berkelana ke Ibukota Sumatera Utara, Kota Medan. Dengan mantap, akhirnya kami langsung beranjak ke proses pembelian tiket pesawat, pemesanan hotel, hingga mereview tempat-tempat mana saja yang sebaiknya dikunjungi. Bukannya tanpa rencana matang, namun konsep liburan kami dari awal sudah jelas : santai, down to earth, dan tidak penuh tuntutan (tempat wisata wajib atau kuliner wajib).

Pada dasarnya kami hanya ingin keluar dari pulau Jawa 🙂 Namun, berikut adalah beberapa alasan pedukung mengapa kami memilih Kota Medan :

  1. The China Town of Indonesia. Sering dengar istilah Cina Medan? Ya, kota ini merupakan salah satu persinggahan awal orang keturunan Cina di Indonesia. Tidak heran, kami berdua ingin melihat jejak budaya dan peradaban orang Cina pada masa lalu di kota Medan. Pasti menarik melihat dua budaya berbeda hidup berdampingan.
  2. Sudah bukan rahasia, kota Medan terkenal akan jajanan maupun makanan Chinese yang akan memuaskan perut wisatawan. Kamipun penasaran, seenak apa sajian yang disuguhkan di kota ini.
  3. Durian. Untuk yang satu ini, Anda tidak perlu penjelasan lebih dari saya.
  4. Medan adalah kota yang belum pernah dikunjungi oleh salah satu dari kami. Tidak sabar rasanya untuk menikmati pengalaman tersesat berdua dengan sahabat. Pasti seru!

***

Here we go!!!

IMG_2611

Hari Minggu, tanggal 13 Oktober 2013, kami siap berangkat dari kota masing-masing dan bertemu di Bandara Kuala Namu (Airport), Medan.

Sampai jumpa di tulisan berikutnya!

Bali : Sejenak Berkawan dengan Satwa Liar, Menyatu bersama Alam.

Siapa yang tidak tahu Bali?

Kebanyakan orang Indonesia pasti sudah pernah mengunjungi Pulau Dewata yang populer di kalangan internasional ini. Pulau yang berada di tengah pulau Jawa dan Lombok ini telah menjadi surga para pelancong lokal maupun mancanegara yang haus akan hiburan. Apa yang tidak bisa dilakukan di Bali? Kekayaan sumber daya alam yang berpadu dengan keunikan budaya lokal telah membuat banyak wisatawan jatuh cinta pada pulau ini. Dari hangatnya sinar matahari yang disenangi turis asing, pertunjukan tari Bali yang selalu memikat perhatian, indahnya pemandangan rice terrace, dan pastinya pantai Bali yang wajib dikunjungi. Bahkan, salah satu stasiun televisi terkemuka, CNN International (2012) melalui websitenya, menetapkan Bali sebagai urutan ke 3 (tiga) dari 50 best surfing spots in the world. Wow!

Sejak SD, saya sudah beruntung bisa menginjakkan kaki di Bali untuk beberapa kali. Sampai pada akhirnya, saya merasa agak bosan mengunjungi pulau ini. Hmm, saya rasa ada yang salah. Pasti masih banyak tempat yang belum sempat saya kunjungi! Masa kalah dengan turis asing yang (katanya tour guide lokal) suka ‘blusukan’ di desa-desa Bali. Karena itu, pada kunjungan kali ini saya enggan untuk pergi ke tempat yang sudah familiar.

Bulan September lalu, setelah Singapore dan Thailand, kami sekeluarga sepakat untuk langsung meneruskan marathon liburan ke Bali. Berusaha mencari-cari objek wisata yang menarik, turun dari pesawat saya langsung mengambil brosur gratis tentang wisata Bali sebanyak-banyaknya. Kalau mama dan kakak sudah jelas suka makan dan shopping. Kalau saya (yang pecinta keindahan alam) mau kemana ya? Brosur cuma-cuma tersebut banyak menawarkan jasa spa dan pijat ala Bali, perjalanan ke Sangeh, Lovina, dan beberapa tempat lainnya yang memang sudah pernah saya kunjungi. Ah, akhirnya ada dua tempat yang menarik perhatian saya!

*  *  *

Singkat cerita, saya memutuskan untuk datang ke Bali Dolphin Lodge di desa Serangan untuk mencari informasi lebih lanjut tentang berenang bersama dengan lumba-lumba ini. Sebenarnya lumba-lumba bisa juga dikunjungi di Lovina, tapi lokasinya terlalu jauh, dan tidak ada jaminan untuk bisa melihat makhluk imut itu (karena faktor cuaca,dll). Sedangkan disini, dijamin lumba-lumbanya sudah siap berenang dan bermain bersama anda! Yayy saya sangat bersemangat! Tapi sayang sekali..saya gagal menjalankan rencana menyenangkan tersebut. Kami sekeluarga agak keberatan untuk membayar kurang lebih 700-800 ribu/orang untuk berenang bersama lumba-lumba. Bayangkan kalau kami sekeluarga semuanya turut serta! Oh, mahalnya.

Melanjutkan perjalanan, kesedihan saya terobati saat tiba di Bali Safari and Marine Park (BSMP). Berada di bawah manajemen Taman Safari Indonesia, BSMP ini merupakan taman konservasi satwa liar dan tumbuh-tumbuhan. Dalam area yang seluas 40 hektar, pengunjung bisa berwisata sekaligus belajar mengenai alam, mengamati binatang liar dari jarak yang dekat, berfoto bersama hewan liar pilihan, dan juga mengagumi berbagai show yang sudah dipersiapkan. Oya, anda juga bisa dinner bersama macan!

Ready to go!

Setelah membayar sejumlah Rp 135.000 per orang, kami sekeluarga langsung dipersilakan untuk menaiki mobil cute (bercat motif zebra) 😀 yang telah disediakan untuk membawa pengunjung melihat lebih dekat alam liar yang ada di setengah area konservasi (sisanya akan ditempuh berjalan kaki). Tidak lupa, seorang guide akan memberikan informasi terkait secara bilingual, yaitu Bahasa Inggris dan Indonesia. Note : Bahasa Inggris guide saya baguuusss sekali 😀 Rute yang ditawarkan oleh BSMP tidak terlalu panjang, namun sangat padat. Yang buat saya happy, kondisi taman safari ini bisa dibilang sangat baik, kandangnya bersih dan terawat, begitu pula dengan taman yang tertata indah. Tidak heran, BSMP ini mendapat Award untuk kategori Amusement Park dari Indonesia Travel Tourism Award 2011-2012. (Seandainya peninggalan budaya juga dilestarikan dengan profesional dan terawat seperti ini..). 

Tertarik?

Sekilas suasana “Safari Journey” 🙂

Family time 🙂

Baby Tiger and Moo

White tiger’s feeding time