Prolog : Mengapa Saya ke Medan?

IMG_3108

“El, kamu juga pelajari peta Medan donk, jadi nanti kita sama-sama tau mau pergi kemana..” ujar saya sambil ribet klik sana sini di laman web tripadvisor, lonely planet, dan pastinya google map.

T y p i n g…

“Aku pergi ini cuma mau ketemu sahabat dan mau dia peluk aku…”balas Majellin melalui WhatsApp-nya

Sayapun terdiam 😥

***

TRAVEL DARURAT

Berpacaran selama 8 tahun (OMG!) dan akhirnya putus membuat hati sahabat saya remuk ga karuan. Tiap hari rasanya dibayangi sosok mantan kekasih yang susah dihilangkan, apalagi dilupakan. Air mata sudah jadi makanan setiap hari. Saya jadi prihatin dan ikutan sedih liat kondisi Majellin yang sedang kacau. Ya, ia sedang patah hati setelah hubungannya yang berumur sewindu kandas ditengah jalan.

Sambil menyelam minum air, saya pun tidak ingin menyia-nyiakan liburan ‘kejepit’ Hari Raya Idul Adha. Tidak ada salahnya menghabiskan uang sisa gaji untuk sesuatu berharga dan tidak dapat digantikan, yaitu kesempatan bertemu sahabat baik sambil mengeksplorasi kekayaan negeri Indonesia 🙂

Hati saya sangat gembira mengetahui bahwa kami – yang selama ini tidak tinggal dalam satu kota – akhirnya bisa bertemu. Bagian terbaiknya, kami akan menghabiskan beberapa hari di bulan Oktober di kota yang benar-benar asing, yaitu Medan. Angan mengenai liburan seru bukan menjadi alasan utama kami bertemu satu dengan yang lain. Jauh di lubuk hati yang paling dalam, saya berharap bahwa quality time ini dapat meringankan dan menyemangati hatinya.

KENAPA MEDAN?

Dalam menentukan kota yang dipilih, kami (lebih  tepatnya, saya) mencari referensi mulai dari teman-teman sekitar hingga laman web travel terkemuka seperti tripdavisor, lonely planet, dan agoda map. Saat proses browsing tersebut, saya menyadari betapa miskinnya pengetahuan dan pengalaman saya akan kota-kota di Negara sendiri 😦 Ternyata banyak sekali lokasi-lokasi menarik di Indonesia yang belum pernah saya kunjungi, bahkan melintas di pikiran saja tidak.

Setelah bingung antara Makassar, Palembang, atau Medan, akhirnya kami memilih untuk berkelana ke Ibukota Sumatera Utara, Kota Medan. Dengan mantap, akhirnya kami langsung beranjak ke proses pembelian tiket pesawat, pemesanan hotel, hingga mereview tempat-tempat mana saja yang sebaiknya dikunjungi. Bukannya tanpa rencana matang, namun konsep liburan kami dari awal sudah jelas : santai, down to earth, dan tidak penuh tuntutan (tempat wisata wajib atau kuliner wajib).

Pada dasarnya kami hanya ingin keluar dari pulau Jawa 🙂 Namun, berikut adalah beberapa alasan pedukung mengapa kami memilih Kota Medan :

  1. The China Town of Indonesia. Sering dengar istilah Cina Medan? Ya, kota ini merupakan salah satu persinggahan awal orang keturunan Cina di Indonesia. Tidak heran, kami berdua ingin melihat jejak budaya dan peradaban orang Cina pada masa lalu di kota Medan. Pasti menarik melihat dua budaya berbeda hidup berdampingan.
  2. Sudah bukan rahasia, kota Medan terkenal akan jajanan maupun makanan Chinese yang akan memuaskan perut wisatawan. Kamipun penasaran, seenak apa sajian yang disuguhkan di kota ini.
  3. Durian. Untuk yang satu ini, Anda tidak perlu penjelasan lebih dari saya.
  4. Medan adalah kota yang belum pernah dikunjungi oleh salah satu dari kami. Tidak sabar rasanya untuk menikmati pengalaman tersesat berdua dengan sahabat. Pasti seru!

***

Here we go!!!

IMG_2611

Hari Minggu, tanggal 13 Oktober 2013, kami siap berangkat dari kota masing-masing dan bertemu di Bandara Kuala Namu (Airport), Medan.

Sampai jumpa di tulisan berikutnya!

Advertisements

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: