Bali : Sejenak Berkawan dengan Satwa Liar, Menyatu bersama Alam.

Siapa yang tidak tahu Bali?

Kebanyakan orang Indonesia pasti sudah pernah mengunjungi Pulau Dewata yang populer di kalangan internasional ini. Pulau yang berada di tengah pulau Jawa dan Lombok ini telah menjadi surga para pelancong lokal maupun mancanegara yang haus akan hiburan. Apa yang tidak bisa dilakukan di Bali? Kekayaan sumber daya alam yang berpadu dengan keunikan budaya lokal telah membuat banyak wisatawan jatuh cinta pada pulau ini. Dari hangatnya sinar matahari yang disenangi turis asing, pertunjukan tari Bali yang selalu memikat perhatian, indahnya pemandangan rice terrace, dan pastinya pantai Bali yang wajib dikunjungi. Bahkan, salah satu stasiun televisi terkemuka, CNN International (2012) melalui websitenya, menetapkan Bali sebagai urutan ke 3 (tiga) dari 50 best surfing spots in the world. Wow!

Sejak SD, saya sudah beruntung bisa menginjakkan kaki di Bali untuk beberapa kali. Sampai pada akhirnya, saya merasa agak bosan mengunjungi pulau ini. Hmm, saya rasa ada yang salah. Pasti masih banyak tempat yang belum sempat saya kunjungi! Masa kalah dengan turis asing yang (katanya tour guide lokal) suka ‘blusukan’ di desa-desa Bali. Karena itu, pada kunjungan kali ini saya enggan untuk pergi ke tempat yang sudah familiar.

Bulan September lalu, setelah Singapore dan Thailand, kami sekeluarga sepakat untuk langsung meneruskan marathon liburan ke Bali. Berusaha mencari-cari objek wisata yang menarik, turun dari pesawat saya langsung mengambil brosur gratis tentang wisata Bali sebanyak-banyaknya. Kalau mama dan kakak sudah jelas suka makan dan shopping. Kalau saya (yang pecinta keindahan alam) mau kemana ya? Brosur cuma-cuma tersebut banyak menawarkan jasa spa dan pijat ala Bali, perjalanan ke Sangeh, Lovina, dan beberapa tempat lainnya yang memang sudah pernah saya kunjungi. Ah, akhirnya ada dua tempat yang menarik perhatian saya!

*  *  *

Singkat cerita, saya memutuskan untuk datang ke Bali Dolphin Lodge di desa Serangan untuk mencari informasi lebih lanjut tentang berenang bersama dengan lumba-lumba ini. Sebenarnya lumba-lumba bisa juga dikunjungi di Lovina, tapi lokasinya terlalu jauh, dan tidak ada jaminan untuk bisa melihat makhluk imut itu (karena faktor cuaca,dll). Sedangkan disini, dijamin lumba-lumbanya sudah siap berenang dan bermain bersama anda! Yayy saya sangat bersemangat! Tapi sayang sekali..saya gagal menjalankan rencana menyenangkan tersebut. Kami sekeluarga agak keberatan untuk membayar kurang lebih 700-800 ribu/orang untuk berenang bersama lumba-lumba. Bayangkan kalau kami sekeluarga semuanya turut serta! Oh, mahalnya.

Melanjutkan perjalanan, kesedihan saya terobati saat tiba di Bali Safari and Marine Park (BSMP). Berada di bawah manajemen Taman Safari Indonesia, BSMP ini merupakan taman konservasi satwa liar dan tumbuh-tumbuhan. Dalam area yang seluas 40 hektar, pengunjung bisa berwisata sekaligus belajar mengenai alam, mengamati binatang liar dari jarak yang dekat, berfoto bersama hewan liar pilihan, dan juga mengagumi berbagai show yang sudah dipersiapkan. Oya, anda juga bisa dinner bersama macan!

Ready to go!

Setelah membayar sejumlah Rp 135.000 per orang, kami sekeluarga langsung dipersilakan untuk menaiki mobil cute (bercat motif zebra) 😀 yang telah disediakan untuk membawa pengunjung melihat lebih dekat alam liar yang ada di setengah area konservasi (sisanya akan ditempuh berjalan kaki). Tidak lupa, seorang guide akan memberikan informasi terkait secara bilingual, yaitu Bahasa Inggris dan Indonesia. Note : Bahasa Inggris guide saya baguuusss sekali 😀 Rute yang ditawarkan oleh BSMP tidak terlalu panjang, namun sangat padat. Yang buat saya happy, kondisi taman safari ini bisa dibilang sangat baik, kandangnya bersih dan terawat, begitu pula dengan taman yang tertata indah. Tidak heran, BSMP ini mendapat Award untuk kategori Amusement Park dari Indonesia Travel Tourism Award 2011-2012. (Seandainya peninggalan budaya juga dilestarikan dengan profesional dan terawat seperti ini..). 

Tertarik?

Sekilas suasana “Safari Journey” 🙂

Family time 🙂

Baby Tiger and Moo

White tiger’s feeding time

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: