Si Bapak dan Rokok Tercintanya

“BUANG. Buang semua rokoknya di rumah itu..” perintah seorang bapak kepada anak gadisnya.

“Iya, Bapak. Nanti Gadis buang” tukas sang gadis berusaha menenangkan Bapaknya.

“Buang itu semuanya, jangan disisain. Buang itu..” ulang sang bapak yang terduduk sakit di kursi roda.

Tanpa menunjukkan ekspresi, sang suster tetap tenang mendorong kursi roda si Bapak menuju ruang foto rontgen. Ditemani oleh sang istri dan anak gadis yang setia mengikuti, si Bapak pun sudah siap masuk ke ruang foto untuk pemerikasaan paru-paru.

Di salah satu lorong rumah sakit Katolik peninggalan Belanda, istri dan anak dari Bapak tersebut menunggu tepat depan pintu masuk ruang foto rontgen tersebut. Ditemani oleh salah satu teman lelaki si anak, mereka pun berbincang. Di kursi kayu tua yang masih kokoh, si anak hanya tersenyum simpul, pikirannya melayang jauh dari kesedihan akan sakit yang diderita Bapaknya pagi ini. “Semoga hari ini banyak memberikan pelajaran, biar rencana indahMu saja yang terjadi.”ucap sang anak dalam hati sambil memutar ulang adegan pagi ini.

* * * 

Hendak keluar bersama salah satu temannya, Gadis sudah siap melangkahkan kaki dan berangkat ke gereja, hingga tiba-tiba suara yang lantang menghentikan langkahnya. Dari ruang makan, sang Bapak berteriak kepada Gadis dan kawannya. “ UGD, antar Bapak ke UGD. Sudah tidak kuat!” teriaknya dengan tangan yang memegang dada kirinya dengan ekspresi kesakitan. Panik, gadis dan kawannya pun membopong pria setengah baya itu ke mobil. “Cepat, cepat, sudah susah nafas ini..hh.hh.” terengah-engah si Bapak memberikan instruksi. Beberapa detik menanti kehadiran Ibu, mobil pun akhirnya berangkan menuju Rumah Sakit yang dirujuk keluarga tersebut.

Hening. Hanya deru mesin yang berlomba dengan waktu, dan helaan nafas kesabaran untuk setiap lampu merah yang ada. Si Gadis melihat kawannya -yang sebenarnya baru belajar menyetir mobil-, berkeringat dingin karena harus mengebut begitu cepat dan mengantarkan orang sakit ke UGD. “Mungkin ini bukan latihan menyetir yang menyenangkan”ujar Gadis dalam hati.

Di tengah-tengah perjalanan, sang Bapak beberapa kali merasa tidak kuat.

“Gak bisa nafas, sesak, ga kuat aku Bu..” ujar sang Bapak tersengal-sengal.

Tidak ikut panik, sang Ibu selalu mengelus dada Bapak dan berusaha menenangkan suaminya. Sambil berdoa dalam hati.  Selain itu, tidak ada yang bersuara hingga akhirnya mobil berhasil berhenti di depan Unit Gawat Darurat salah satu RS Katolik yang berada di tengah kota tersebut.

* * * 

Opname selama beberapa hari adalah keputusan yang diambil keluarga Gadis untuk akhirnya mengetahui diagnosa dokter. Terbaring di kasur putih dalam kamar yang beroma obat dan berdampingan dengan dua pesakitan lainnya, membuat sang Bapak tidak betah dan ingin segera pulang. Tidak hanya itu, selang oksigen pada hidungnya membuat Bapak risih, dua buah infus yang disuntikkan pada tangannya pun tidak disenanginya. Semua bentuk perawatan medis itu membuat si Bapak mengomel, ingin cepat pulang. Walau iba, Ibu dan Gadis tidak bisa menuruti keinginan sang Bapak, apalagi setelah mengetahui dari Dokter akan potensi penyakit yang diderita : Jantung Koroner, penyakit pembunuh nomor 1 di dunia (WHO 2008).

“Kalau tahu sesak dan sakitnya seperti itu, Bapak sudah nggak mau ngerokok dari dulu..”

“Rasanya kaya mau mati, nafas aja ambilnya susah sekali. Bapak kapok. Pulang nanti gak mau ngerokok lagi. Buang semua rokoknya.” Ucapnya panjang lebar penuh penyesalan.

“Iya rokok-rokok di rumah memang sudah dibuang kok. Tenang aja, Pak. Pokoknya Bapak cepat sembuh.” ujar Gadis berusaha tenang.

* * * 

Usaha dan doa yang dilakukan Gadis serta keluarga supaya Bapak berhenti merokok akhirnya membuahkan hasil. Walau dengan cara yang cukup menyeramkan, mereka tetap bersyukur dan mengerti bahwa pengalaman ini memberikan banyak pelajaran.

Saat itu, si Bapak menyadari bahwa nyawanya hampir saja tidak tertolong. Sebagai seorang perokok aktif selama puluhan tahun, ia adalah orang yang selalu pandai memberikan pembelaan akan kawan kecilnya, rokok, “Ah, lihat orang itu merokok sampai tua, juga tetap sehat-sehat aja”. Setiap harinya, Bapak bisa menghabiskan 3 pak rokok sekaligus. Selama berpuluh-puluh tahun, rokok merupakan konsumsi wajib kapanpun dan dimanapun. Sejak lama pula, anggota keluarganya sedih melihat ketergantungan Bapak akan lintingan tembakau.

Namun hari itu memberikan makna berbeda bagi hidup Bapak. Dengan potensi sakit jantung koroner, ia menyadari dan merasakan sakit yang mungkin dideritanya, dan bahkan bisa mengakibatkan kematian. Kondisi jantung dan paru-paru yang tidak baik akan sangat berpengaruh bagi hidupnya kedepan. Tidak hanya itu, ia pun harus menjalani gaya hidup sehat , menghindari makanan berlemak, dan terus berolahraga demi kesehatan organ paling penting dalam dirinya, jantung.

* * *

Berawal dari sikap yang meremehkan bahaya rokok, tanggal 18 Maret 2012 itu akhirnya menjadi klimaks dari pengaruh buruk rokok akan hidupnya. Pengalaman yang hampir mematikan itu mengajarkan si Bapak akan pentingnya gaya hidup sehat dan menjauhi tembakau. Hingga detik ini, si Bapak berhasil tidak merokok lagi. Semoga cerita sederhana diatas bisa menjadi inspirasi bagi pembaca sekalian untuk mulai menghargai hidup lebih baik lagi, tidak hanya untuk anda pribadi, namun bagi orang-orang yang mencintai anda.

Image

*Melalui cerita nyata diatas saya bersaksi dan bersyukur kalau Papa saya akhirnya bisa berhenti merokok dan mau berkomitmen menjalani hidup sehat. Walaupun pengalaman tersebut sangat menegangkan, bahkan menyedihkan, namun tetap saya ucapkan “Puji Tuhan”, karena saya yakin bahwa ada hikmat dibalik semua hal yang terjadi.

Advertisements

2 thoughts on “Si Bapak dan Rokok Tercintanya

  1. ipungmbuh March 23, 2012 at 6:36 pm Reply

    Amien. Cerita yang bagus.

    Saya juga sudah berhenti merokok. Cerita ini lebih memantapkan saya untuk tidak merokok lagi.
    Salam kenal 🙂

    • G.Viona March 28, 2012 at 12:35 pm Reply

      Salam Kenal 🙂

      Syukur kalau memang cerita ini bisa lebih memantapkan anda untuk tidak merokok.
      Ayah saya pun sekarang menyadari betapa besarnya pengaruh (negatif) rokok terhadap dirinya.

      Semangattttt!!!! \(^o^)/ Terimakasih banyak sudah mampir dan membaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: