Studi di Belanda?Tentu saja!(01) : Yuk, mengintip suasana kelas di Belanda!

Ingin melakukan studi lanjut ke B e l a n d a, namun masih asing dengan budaya belajar disana?

Study in Holland? Of Course!

Jangan khawatir! Mungkin kisah tentang pengalaman mengikuti kelas ala Negeri Tulip ini bisa memberi sedikit gambaran tentang suasana kelas di sana, yang ternyata berbeda dengan yang ada di Indonesia.

*     *     *

Menanggapai salah satu postingan di wall Facebook group Utrecht Summer School, akhirnya saya dan Lotte Lintmeijer anggota tim media internal Utrecht Universiteit, sepakat untuk bertemu dan melakukan interview seputar pelaksanaan Summer School 2011. Pertemuan yang dilaksanakan tanggal 09 Agustus 2011 di Janskerkorf dan berlangsung kurang lebih 45 menit ini membuat saya bercerita menganai asal-usul keberadaan saya di Summer School, hingga teknis pelaksanaan kelas yang sudah dilalui. Hasil dari beberapa wawancara yang dilakukan Lotte nantinya akan diseleksi lagi untuk dipilih nara sumber mana yang menjadi artikel utama di bulletin mendatang.

Diantara berbagai hal yang kami perbincangkan, tema perbedaan suasana belajar mengajar antara Belanda dan Indonesia menjadi salah satu topik yang seru untuk didiskusikan. Bagaimana tidak? Walaupun cukup singkat, dalam dua minggu saya sudah bisa merasakan beberapa karakteristik khusus dunia edukasi di Negeri Tulip yang mungkin berbeda dengan di Indonesia, yaitu :

1. Lampu Hijau untuk INTERUPSI

Secara pribadi saya cukup kaget kalau ternyata para murid di kelas sangat diperbolehkan untuk melakukan interupsi kepada dosen yang sedang mengajar. Interupsi berarti pertanyaan maupun sanggahan yang diberikan disaat dosen sedang memberikan materinya. Jadi tidak menunggu ada sesi tanya jawab  di akhir kelas (dan biasanya kita sudah lupa mau bertanya apa), anda diperbolehkan untuk langsung mengangkat tangan dan memberikan tanggapan pada materi yang diberikan. Kebanyakan dari dosen yang mengajar saya di Utecht Summer School tidak memberikan batasan atas interupsi yang dilakukan, semuanya hanya terbatas oleh waktu. Apabila waktu mengajar hampir habis, pengajar akan memotong interupsi yang sedang berlangsung dan menginformasikan kepada kelas atas sisa waktu yang sempit dan harus melanjutkan ke materi berikutnya.

Just ask! its okay.

Welcoming all of your opinion!

Tidak perlu takut untuk terlihat bodoh atau dianggap aneh saat memberikan banyak tanggapan, hal ini sangatlah normal di Belanda. Sebaliknya, tidak jarang pengajaran di kelas menjadi lebih “dalam” sekaligus seru dengan interupsi yang dilakukan oleh sesama murid di kelas. Melekatnya budaya komunikasi yang “direct” alias langsung, Belanda memang tidak bisa basa basi, termasuk di dalam kelas. Jadi apabila ada yang anda ingin tanyakan, atau bahkan mungkin anda ingin berdebat karena tidak setuju dengan yang disampaikan, ada lampu hijau untuk melakukan interupsi.

 

2. Dosen yang CAPABLE & HUMBLE

Beruntung, daftar pengajar yang ada di dalam kelas saya termasuk orang-orang yang telah berpengalaman di bidangnya. Bahkan, kebanyakan dari mereka telah mendapatkan gelar professor, atau telah melanglang buana mendalami ilmunya. Kelas saya sempat diajar langsung oleh penulis dari buku Dutch Culture and Society yang digunakan selama masa Summer School ini. Yang membuat saya kagum dari cara mengajar mereka adalah kerendahan hati sekaligus kejujuran yang ditunjukkan oleh orang-orang hebat tersebut.

Ada kalanya murid murid memberikan sanggahan dan pendapat yang sangat kritis, maupun pertanyaan sulit dan rumit untuk dijelaskan secara gambling. Diperhadapkan dengan kondisi yang seperti itu, mereka tidak lantas ‘mbulet’ dengan pendapat mereka sebagai dosen, sebaliknya, mereka dengan jujur mengatakan ketidaktahuan mereka akan hal tersebut.

Positive atmosphere of NL's Education 🙂

“For now I cannot answer your question, I will give it back to you later after I figured it out. And I will tell you in the next class..”

“I don’t know about the answer, maybe I will search about it as well and I can give it back to you by email..”

I will answer you after class, you can come to me then..”

Tindakan untuk mau mengakui kekurangan mereka sebagai dosen menurut saya adalah salah satu karakter posiif yang patut ditiru oleh pengajar-pengajar di luar sana. Kejujuran dosen yang saya lihat dan alami di Belanda layak diacungi jempol!

 

3. Belajar Menjadi Pelajar yang INDEPENDENT

Menjadi siswa yang mandiri untuk menggali informasi dan membaca buku teks sebelum kelas resmi dimulai memang tidak mudah, namun penting untuk dilakukan. Jangan harap anda bisa mengikuti kelas dengan baik tanpa mengetahui secuplik materi yang akan diajarkan. Bisa tersesat di tengah jalan atau malah tidak mengerti sama sekali, apalagi kalau topiknya itu sama sekali asing bagi anda. Pengetahuan awal melalui belajar singkat sebelum mengikuti kelas tidak hanya membantu anda mengerti materi yang akan disampaikan, lebih jauh, anda bisa terlibat aktif dalam diskusi kelas. Beberapa hal yang disarankan untuk memperkaya informasi pra kelas :

a. Sediakan waktu untuk membaca dengan konsentrasi penuh. Walaupun hanya 30-60 menit, itu akan sangat berguna apabila dimanfaatkan dengan efektif. Catat istilah sulit atau ungkapan asing untuk dicari artinya nanti.

b. Saat anda membaca materi mendatang di buku teks yang tersedia, tidak ada salahnya memperkaya informasi dengan update informasi terkini seputar topik terkait baik melalui buku lain di perpustakaan atau internet.

c. Bertukar pikiran atau diskusi ringan mengenai topik mendatang dengan siswa yang lain. Hal ini bisa membuka pikiran anda akan hal-hal baru yang mungkin akan anda temukan melalui pendapat mereka. Contohnya : Saya yang terkaget-kaget saat berdiskusi tentang politik bersama Federica Gabrieli, salah satu teman dekat asal Italia. Pengetahuannya yang luas dan kebaikannya untuk berbagi ilmu tentang : perubahan iklim politik di Belanda-Eropa, orang-orang penting di dalamnya, dan sistem pemerintahan ideal yang ada sekarang, semuanya itu membuat saya termotivasi untuk belajar lebih banyak (dan lebih cepat menyadari betapa saya tidak tahu apa-apa tentang Eropa selain keju, pasta, kincir angin, tulip dan cokelat!!!)

Being independent is a must 🙂

Library is the new Cafe

"Ritual" saya tidak sempurna. Makanya, anda harus lebih baik dari pada saya 🙂

 

Kelihatannya tidak mudah, namun apa salahnya dicoba. Dijamin, kalau hal ini dilakukan secara rutin dan teratur, anda tidak akan kewalahan saat kelas maupun final tes nanti.

 

4. Datanglah BEFORE TIME

Budaya ‘molor’ atau terlambat tidak eksis di Belanda. Kelas akan diadakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan sebelumnya. Jadi, sangat disarankan untuk menghadiri kelas sebelum waktu yang disepakati supaya bisa dengan tenang mengikuti kelas yang on time. Sebagai contoh, saat kelas dimulai pukul 10.15, pastikan pukul 10.00 tepat anda sudah ada di gedung kampus dan mungkin bisa meminum cokelat hangat selagi menunggu kelas dimulai.

Jangan khawatir, kelas juga akan diakhiri dengan tepat waktu.

 *     *     *

Nah, lalu bagaimana dengan tugas individu, tugas kelompok, atau bahkan ujian akhir di institusi pendidikan Belanda?

Standart nilai seperti apa yang digunakan di Belanda?

Dalam artikel yang akan di publish malam nanti, saya akan bercerita mengenai hal-hal tersebut secara lebih mendalam sebagai pengenalan sistem pendidikan di luar negeri, terutama untuk mereka yang hendak studi ke Belanda.

*      *     *

Advertisements

One thought on “Studi di Belanda?Tentu saja!(01) : Yuk, mengintip suasana kelas di Belanda!

  1. zilko September 16, 2011 at 4:51 am Reply

    Haha, bener banget tuh terutama yang bagian “independent”-nya 🙂 Lagian (kalau di jurusanku sih ya), sebenarnya kita itu “belajar” dan “ngerti”-nya itu ya pas belajar independen ini. Dan kalau di TU Delft, mahasiswa memang “dipaksa” belajar independen dengan tugas-tugas (yang rata-rata susaaah :D).

    Kalau masalah tepat waktu kayaknya kembali ke dosennya lagi ya. Aku pernah ada kelas pagi yang dosennya datangnya telat 30 menit, dan selesainya 30 menit lebih cepat dari jadwal, zzz. Cuma memang kebanyakan dosen (yang di TU Delft) sangat amat tepat waktu sekali sih: dalam artian mulai tepat waktu, selesai juga tepat waktu dan kadang malah agak lebih sedikit, haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: