Adorable Swiss(2) : Greeting From The Rich Zurich

Ini hanya awal.

Sebuah kota yang menjadi gerbang awal dari kejutan keindahan Swiss nantinya.

Ya, ini hanya pintu masuk,

namun sudut kota Zurich mampu menyihir pelancong yang singgah.

Kali ini,

jatuh hati pada pandangan pertama patut saya akui kebenarannya, hanya untuk Swiss.

ZURICH, the most expensive city.

170811-Zurich menjadi pemberhentian pertama saya di Swiss dari kota sebelumnya yaitu Paris. Kalau dulu saat ada masa orientasi mahasiswa, saya pernah membimbing sekelompok anak dengan nama kelompok Zurich, sekarang saya berdiri di atas tanah tersebut. Kota Zurich merupakan kota yang ramai dan menjadi pusat bisnis di Swiss, gelarnya sebagai peringkat 10 kota termahal di dunia juga membuat saya penasaran sekaligus deg-deg an karenanya. Namun mental dan dompet ini sudah dipersiapkan sedemikian rupa supaya tidak shock dengan tulisan angka yang terpampang selama ada di Swiss. Walaupun mempunyai nilai uang yang lebih rendah dari Euro yang biasa digunakan, harga di Swiss memang jauh, ya saya bilang jauh lebih mahal daripada di Belanda Jadi saran saya, jangan sering-sering meng-kurs kannya ke rupiah, bisa sakit hati.

Contohnya :

Nilai Mata Uang : 1 Euro = 1,13 CHF

Toilet, ya Toilet : 0,50 Euro (NL) = 2 CHF

Air Mineral : 0,60 – 1 Euro (NL) = 3-3,5 CHF

Sambil menantikan teman sekaligus tuan atas rumah yang akan saya tinggali di Swiss selama empat hari kedepan, mata ini mencari-cari letak tourist information di dalam Zürich Hauptbahnhof atau stasiun pusat kota Zurich. Setelah menemukannya, konsultasi tur sehari dan juga penukaran uang Euro ke CHF pun saya lakukan dengan waktu yang bersamaan. Tidak lupa, Swiss Pass juga sukses terbayar mengingat betapa penting dan bergunanya hal tersebut bagi turis seperti saya. Dengan Swiss Pass saya bisa mendapatkan fasilitas transportasi publik di Swiss secara gratis sesuai jumlah hari yang saya tentukan dan mendapatkan banyak diskon untuk berbagai tujuan wisata menarik (sungguh, diskon hanya beberapa puluh CHF akan meringankan beban dompet anda). Walau uang yang dikeluarkan untuk membeli pass ini cukup mahal, nyatanya memang tidak percuma dan justru sangat saya rasakan manfaatnya. *yang ingin lebih tahu mengenai harga yang saya bayar untuk empat hari pass bisa bertanya langsung

Setelah mengeluarkan enam euro koin untuk menitipkan ransel di locker stasiun, saya memulai perjalanan di negeri impian (setelah Belanda) ini. Pada prinsipnya, tanpa mengeluarkan uang selain uang transportasi, anda sudah bisa mendapatkan hiburan. Terutama untuk golongan “bukan anak mall” seperti saya; berjalan-jalan mengelilingi kota sudah sangat membuat bibir ini menyunggingkan senyum seiring kaki saya melangkah memandang ke segala arah kota Zurich. Yang dinikmati pertama kali adalah kota tua yang masih memiliki arsitektur bangunan khas ala Swiss di zaman dahulu.

*     *     *

HALF DAY SELF TOUR

Tepat di samping kanan dan kiri Limmat River, terdapat banyak bangunan indah, perpaduan era modern dan juga kuno. Mengarah ke Bellevue, saya berharap bisa mendapat pemandangan gedung atau kota kuno yang memanjakan mata saya. Tidak salah. Gang di daerah Bellevue yang relatif kecil dan terkadang menanjak, disertai dengan batu batu besar berwarna putih gading sebagai jalannya, membuat saya merasakan pengalaman baru. Lampu lampu antik yang menggantung, warna hangat yang ditonjolkan pada hampir keseluruhan daerah tersebut membuat diri ini semakin betah berjalan kaki mengikuti tourist guide di peta Zurich. Walaupun ada banyak café, mereka tidak mengubah eksterior sedemikian signifikan, namun tetap menjaga keaslian dan ke ‘kuno’ an bangunan tersebut. Pemandangan arsitektur seperti ini belum saya jumpai di manapun, bahkan di Paris.

Dari sana, saya pergi menikmati lukisan di salah satu museum seni terkemuka di Swiss. Jujur, sebelumnya saya bukan tipe orang yang mengamati lukisan. Selain jarang ditemukan di Indonesia (belum populer), hal itu juga bukan menjadi keahlian saya. Namun, sejak ekskursi the The Hague, minat saya terhadap lukisan cenderung meningkat terutama untuk lukisan masa sejarah. Karena itu, mampirlah saya ke Kunsthaus dan membiarkan mata serta imajinasi bermain sekaligus mencari arti dibalik goresan warna tersebut. Sering, saya bertanya pada diri sendiri bagaimana rasanya hidup di jaman dahulu, dengan segala keterbatasan sekaligus menjadi saksi atas hal-hal yang hebat dan luar biasa.

“Untunglah Tuhan menciptakan talenta melukis yang membuat manusia bisa merekam banyak hal melalui kanvas dan tinta minyak berwarna..”

Kunsthaus 1

Kunsthaus 2 Nederlands Painters Room!

Kunsthaus 3. One of my fave!

Masih di daerah Bellevue, saya menikmati danau indah dan juga menyeberang dengan boat yang sudah disediakan. Dengann Swiss Pass, tentu saja fasilitas ini gratis buat saya. Dengan kendaraan ini, saya sampai di sebuah kota berbeda dengan taman yang berbatasan langsung dengan danau dimana kita bisa berenang disana, juga beberapa café dan Zurich Casino. Selama perjalanan dengan boat yang dilengkapi kaca transparan super besar, anda akan dimanjakan dengan pemandangan luas dan jernihnya danau yang dilewati, gambaran sekeliling kota dan juga alam sekitarnya. Ini menikmati Zurich dengan cara yang berbeda. Di musim panas seperti saat itu, saya melihat banyak orang yang secara khusus duduk di tepi danau memberi makan ratusan ekor angsa-angsa putih, berkumpul dan bercanda dengan anggota keluarga yang lain, atau hanya sekedar berjemur di bawah sinar terang mentari.

On the boat 1

On the boat 2

Accros the lake :))

Belum selesai perjalanan setengah hari tersebut, saya masih terlalu girang menyusuri sungai Limmat menuju ke St Peter Church melalui Lindenhof. Untuk sebuah kota modern, Zurich menawarkan pemandangan unik perpaduan keindahan alam serta harmonisnya dua tipe arsitektur yaitu modern dan kuno. Melalui Lindenhof, saya akan terus melihat gang ala Swiss di jaman dulu, ah sungguh menyenangkan walaupun terik menyengat. Udara di Swiss ternyata sangat cerah saat musim panas seperti ini. Tentu, bagi mereka orang Barat, terik matahari menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan bahkan dinanti-nanti. Saya? Terpaksa melepas jaket karna kepanasan, masa bodo dengan “gosong” atau tidak “gosong”.

Zurich 1. How can I not love this country?

Zurich 2

Zurich 3

Zurich 4

Tidak terasa bahwa sudah petang, waktu menunjukkan bahwa saya harus kembali ke Zürich Hauptbahnhof. Tiba disana, segera saya disambut oleh Alvin L yaitu temannya teman saya. Sungguh saya merasa sangat beruntung dan bersyukur bisa tinggal di rumah miliknya selama saya ada di Swiss. Dengan pengalaman 4 tahun di Negeri ini, ia juga tidak ragu memberikan tips travelling seiring langkah kami berjalan menyusuri kota Zurich sekali lagi, bedanya, kali ini saya dengan guide yang tahu persis jalan menuju tempat tujuan tanpa harus melihat peta. Terimakasih,ko, untuk menerima dan menampung seorang gadis asing yang pertama kali melakukan solo travelling dalam hidupnya! It means a lot!!

*     *    *

“Saya bukan orang super kaya yang bisa seenaknya menghabiskan uang untuk berlibur ke Eropa, apalagi ke negara kelima paling mahal di dunia tahun 2010..Switzerland..”

Brucke : Bridge

 

Berada di negeri super maju dan inovatif seperti ini, membuat saya terkagum-kagum oleh kasih Tuhan yang telah ada.  Empat hari kedepan pasti penuhdengan cerita dan pelajaran yang akan berguna bagi hidup pribadi saya, apalagi hampir semua perjalanan wisata di Swiss akan dilakukan seorang diri. Tanpa ada bekal bahasa Jerman, Perancis, maupun Italia yang menjadi bahasa lokal di Swiss, rasa khawatir sempat saya rasakan. Namun hati ini percaya, dengan bahasa Inggris pun, semua bisa berjalan dengan lancar. Sungguh, melakukan solo traveling untuk pertama kalinya membuat saya sedikit tegang sekaligus bersemangat dalam waktu yang bersamaan!

 

“Ingin membagi kebahagiaan…

untaian kalimat sederhana yang tertulis ingin mengajak anda turut melihat apa yang mata saya lihat di sana, di Swiss.

ikuti kisah saya, seorang gadis biasa di tengah negeri dengan keindahan alam yang luar biasa..”

Advertisements

15 thoughts on “Adorable Swiss(2) : Greeting From The Rich Zurich

  1. cyntia March 28, 2012 at 12:05 pm Reply

    hai viona, salam kenal sebelumnya yaaaa…
    waaa postingan swissnya membantu sekali… 😀
    boleh kah aku berguru padamu ? heheheh…
    mei nanti aku mau honeymoon sama suami ke eropa, backpackeran gitu.
    tapi masih bingung tranportasi apa dari paris ke swiss
    kalo’ boleh minta infonya yaaa… 😀
    makasi sebelumnya… 🙂

    -cyntia-

    • G.Viona March 28, 2012 at 12:50 pm Reply

      Hai Cyntia,

      Nice to meet you, and congratulations for your wedding 🙂

      Senang kalau tulisan yang di blog bisa membantu \(^o^)/ Boleh aja kok kalau mau tanya-tanya. Ak juga seneng kalau bisa kasi beberapa saran dan masukan.

      Btw, domisili Cyntia dimana? 🙂

      Thank you for reading 🙂

    • G.Viona March 28, 2012 at 12:59 pm Reply

      Sampai kelupaan jawab pertanyaan.. 😀

      Dari Paris ke Swiss (dan keliling Eropa), paling ideal untuk backpacker memang menggunakan kereta. Kalau pakai Euro Pass, bisa lebih murah daripada tiket biasanya. 🙂
      Seperti itu. Kalau ada pertanyaan lain, jangan ragu bertanya ya. I will try to help. 🙂

      Thank you.

  2. cyntia March 28, 2012 at 1:20 pm Reply

    tengkyuuuu viona… 😀
    aku domisili di surabaya.
    kalo’ pake’ kereta bukannya lebih mahal ya ?
    trus apa waktunya ga habis di jalan ?
    soalnya aku cuma 10 hari aja.
    rutenya amsterdam-paris-swiss-milan-roma-venice-amsterdam.
    heheheh menurut viona gmna itinerarynya ?
    aaaahhh maap ni banyak tanyaaa…

    • G.Viona March 28, 2012 at 2:50 pm Reply

      Kalau misalnya ga pakai kereta, Cyntia mau naik apa ya? 🙂 Kalau kendaraan darat lainnya rasanya akan butuh waktu lebih lama. Dari Paris ke Swiss aja 3-4 jam.

      Saranku, kalau cuma 10 hari, benar-benar milih negara yang disenangi, lalu eksplor lebih dalam.
      Dengan itinerary yang kamu mau, lebih baik rutenya :
      Netherlands – Italy – France – Switzerland – Netherlands
      Ini kalau dianalogikan, bentuknya melingkar, jadi ga loncat-loncat hehehe! 🙂

      Kalau berkenan baca, di blog ini ada beberapa info tentang Netherlands dan France juga, sayang saya belum sempat ke Italy. 😀

      Silakan kalau ada pertanyaan lagi 🙂

  3. cyntia March 28, 2012 at 4:31 pm Reply

    oooohhh dari netherlands justru ke italy dulu ya ?
    waaaaaa klo aku ga nanya bisa muter2 nantiiii, makasi yaaa… 😀
    iya ni dari tadi baca2 blog kmu terus, membantu sekali ceritanya… 🙂
    oiya klo ke swiss enak turun basel apa geneva ya ? soalnya aku cari yg rute ke zurich kok dikit ya, hehehe apa aku aja yg belom nemu.

    viona klo bsk2 aku nanya lagi gpp kan yaaa ??
    makasi banyak sebelumnya ya buat info2nya… 🙂

    • G.Viona March 28, 2012 at 4:42 pm Reply

      Seharusnya ada sih dari Gare du Nord Paris atau stasiun yang lain, straight to Zurich Bahnhof.
      Karena Zurich adalah pusat kota, jadi lebih ramai, dan memang wajib dikunjungi kalau ke Swiss. Its one the mos expensive city in the world.
      Untuk balik ke NL dari Swiss, bisa naik pesawat aja, straight to Amsterdam. Kalau cari pesawat dari sekarang bisa murah banget, cuma 1-3jt IDR.

      Iya ngga apa kok 🙂 sesama arek Suroboyo, saling membantu.
      Btw, your blog such a very nice one. 🙂

      Thanks. Enjoy arranging ur own tour.

  4. Dila June 5, 2013 at 10:40 am Reply

    Viona, tanya dong, kalo rute dari Amsterdam ke zurich naek apa? rencananya dari zurich mau ke milan terus dari milan mau ke paris? menurut kamu itu rute yang bagus atau tidak

    • G.Viona June 5, 2013 at 3:47 pm Reply

      Dear Dilla, salam kenal 🙂

      Sebenarnya tergantung dari kedatangan kamu pertama kali dimana.
      Kalau dulu aku lebih memilih jalan darat Belanda-Belgia-Paris-Swiss, yaitu menggunakan kereta.
      Swiss jadi pemberhentian terakhir aku dengan beberapa pertimbangan :
      1. Karena aku mau keliling kota-kota sebelumnya
      2. Aku ingin explore Swiss lebih lama dan ga keburu-buru pindah kota.
      Nah dari Swiss, perjalanan ke Amsterdam aku milih pake pesawat (which i missed) karena lebih murah dan hemat waktu. Waktu itu tiket aku ga sampe 500 rb. Pake Easy Jet http://www.easyjet.com/en. Jadi kalau masih agak lamA, you beter reserve this flight.
      3. Kenapa naik pesawat baliknya? Capek 😀 dan hemat waktu, bisa jalan2 santai di Belanda 🙂

      Kalau dari ceritamu, mungkin ada beberapa saran yang bisa aku kasi:
      1. Netherlands – Germany – Swiss – Italy – France – Netherlands
      2. Netherlands – Paris – Swiss – Italy – Netherlands

      Hope my explanation helps. Do not hesitate to ask me more! 🙂

      Thank you!

  5. rike September 15, 2013 at 11:54 am Reply

    hi mbak viona,

    mau nanya donk kalo dari paris ke swiss baiknya naik kereta apa? berapa jam perjalanannya yah?
    thank you..

    • G.Viona October 12, 2013 at 2:58 pm Reply

      Hi Mba Rike,

      Maaf banget ya baru bales tanggal segini 🙂

      Kalau dari Paris ke Swiss, perjalanan menggunakan kereta bisa sampai 4 jam. Dulu, saya mengambil kereta yang siang, jadi bisa melihat pemandangan oke saat perjalanan ❤ Sedangkan kalau malam, pertimbangannya bisa sambil istirahat dan hemat waktu.

      Untuk brand keretanya sendiri ada berbagai macam. Biasanya tergantung jam keberangkatan yang dipilih atau jenis kereta (express atau biasa).
      Monggo ditilik : http://www.eurail.com/plan-your-trip/timetables

      Kalau bisa, beli tiket kereta jauh hari supaya lebih murah. Saya sendiri pribadi pakai “eurail-pass” , harganya didiskon lumayan 😊 http://www.eurail.com/

      Kapan mau berangkat, Mba Rik? Have a joyful trip!

      Any q and a are very welcome ❤

  6. Christine September 21, 2013 at 5:50 pm Reply

    Hai Viona…salam kenal 🙂 awl bln nov 2013 ini sy renc ke amsterdam n plg melalui paris.kira2 mana rute yg tepat klo sy ingin ke belgia n swiss jg?trs klo bln tsb apakah cuaca sgt dingin?bgm dgn anginnya….thankssss yahhh

    • G.Viona October 12, 2013 at 3:11 pm Reply

      Hi Christine,

      Thank you for your question.
      Semoga belum terlambat untuk memberi sedikit info buat jalan-jalan kamu. 🙂

      Awal bulan November di Eropa sudah mulai dingin. Angin lebih kencang, kemungkinan hujan juga bertambah. Terutama di Belanda- terkenal dengan cuacanya yang “galau” karena kondisi geografisnya yang unik. Disana, cuaca bisa berubah dengan cepat dalam waktu yang singkat. http://www.weather2travel.com/november/netherlands/

      Saya sendiri belum pernah ke Eropa dalam bulan2 yang dingin seperti itu, mungkin bisa lebih prepare baju dingin – atau beli on the spot supaya lebih hemat space koper 😄

      Untuk rute,
      Bisa juga mengikuti rute yang pernah saya lalui. Kebetulan tujuan Christine sama ❤ Netherlands – Belgium – Swiss. Saya dulu mampir Paris sebelum ke Swiss. Semua transporasi menggunakan kereta 😊

      Sudah dipilih mau travel kemana aja?
      Wah seneng banget ke Eropa. Saya tunggu ceritanya ya.

      You q and a are very welcome. It’s very nice to see you.

  7. Dita Floresyona November 27, 2013 at 6:54 pm Reply

    Halo Viona, saat ini saya tinggal di Paris, liburan natal dan tahun baru ini kami berencana ke swiss dan Itali. Berangkat dr Paris-Geneva tgl 22 september, dan kemungkinan d swiss sampai tgl 25 desember, kemudian lanjut ke Itali. Mau tanya ttg tiket swiss pass itu, memang sepertinya lebih hemat dan sangat bermanfaat ya, dan apakah dg pake swiss pass kita bisa dapet reduction untuk beli tiket kereta dr Swiss-Itali nya?

    hehe makasih ya sebelumnya

    • G.Viona December 14, 2013 at 8:08 am Reply

      Dear Dita,

      Selamat pagi dari Jakarta 🙂

      Jadi ke Geneve tanggal 22? Semoga semuanya sudah siap dan ready to explore Swiss! Dibawah ini ada link untuk arrange itinerary kita sekaligus keretanya
      https://mobile.raileurope.com/app/index.html#/ptp_request

      Seingat saya, dulu karena menggunakan Swiss Pass jadi banyak discount untuk kereta maupun transportasi lain, dan juga free entry untuk beberapa museum. Keuntungan lainnya adalah bisa menggunakan fasilitas public tansportation seperti bus, dengan gratis 🙂 lumayan banget loh kalau di Swiss, mengingat kursnya cukup mahal -.-
      Untuk memilih jenis-jenis Swiss Pass (berdasarkan jumlah hari dan traveller) bisa dilakukan melalui website ini :
      http://www.swisstravelsystem.com/en/tickets-en/swiss-pass-en.html

      Untuk Swiss ke Itali cukup jauh yah, stau saya harganya tetap. Kecuali kamu juga beli Eurail Pass – itu bisa dapet diskon antar negara. Karena jaraknya lumayan jauh dan saya nau hemat waktu, dulu saya dari Swiss ke Belanda naik pesawat , and cost less than 500-1mil. Tapi saya ketinggalan flight 😀 my bad. Namun, kalau mau enjoy trip , monggo naik kereta juga seru!
      Ini website cheap flight dr swiss : http://www.easyjet.com

      Semoga membantu! 🙂
      Kalau mau nanya2 bisa lewat blog atau email. I promise to respond you faster. Thanks much and enjoy Suisse! Ditunggu ceritanya 🙂

      Viona

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: