Paris 2 : Hidup di Paris, hidup berdampingan dengan mahakarya terbaik Dunia.

“…bahasa yang terucapkan, kata yang tertuliskan, ukiran yang tercipta dan tersebar di sudut gedung maupun pilar istana, taman penuh bunga diiringi alunan biola maupun saxophone pemusik jalanan, ekspresi khas ala Perancis, bahasa tubuh, dan ya..semuanya. Atmosfir kota Paris memang berbeda. Keindahannya membuat jiwa kita larut, turut menjadi penikmat seni yang hidup berdampingan dengan ribuan mahakarya agung, saksi bisu sejarah dan cita rasa seni tinggi yang eksis sejak dahulu…Inilah Paris, Paris, dan Paris…

*     *     *

NOTRE DAME. Lebih dari sebuah katedral.

Mengunjungi gereja atau katedral Notre Dame menjadi aktivitas pertama di hari kedua kami di Paris, Perancis tanggal 16 Agustus 2011. Letak hotel Du Commerce yang sangat strategis membuat kami hanya membutuhkan waktu 15 menit hingga tiba di gereja katolik yang sudah penuh sesak oleh turis yang hendak masuk dan melihat gedung tersebut. Untuk masuk kedalamnya, kami tidak perlu membayar sepeserpun, hanya perlu bersabar untuk antri yang panjangnya kurang lebih 10 meter ke belakang. Untungnya, antrian berjalan dengan sangat cepat dan juga rapih,hingga membuat kami tidak perlu menunggu lama di bawah teriknya musim panas Paris.

Kalau sebelumnya, saya berpikir bahwa gereja ini akan nampak sama seperi yang ada di Delft, Belanda, saya salah. Bukan hanya untuk dikunjungi sebagai museum dan peninggalan sejarah, di dalamnya ternyata sedang ada misa saat saya berkunjung. Walaupun begitu, para turis atau pengunjung yang hendak menyusuri gereja yang dipersembahkan untuk Bunda Maria ini masih bisa terus melakukan ekskursinya di jalur khusus sambil sesekali memperhatikan misa yang sedang berlangsung. Di dalamnya, kita bisa melihat banyak sekali patung maupun bilik dengan nama-nama Santo yang khusus dibuat agar setiap umat bisa berdoa dengan tenang. Tidak hanya itu, kita juga bisa mendapatkan lilin kecil seharga 2 euro untuk diletakkan sebagai ungkapan permohonan yang diajukan pada Santo , Bunda Maria atau yang lainnya. Tidak sedikit turis yang sengaja duduk di salah satu bilik sekaligus mengambil lilin dan mengambill waktu khusuk untuk  berdoa. Sebagai umat Kristiani, saya hanya melihat dan menikmati keindahan detail arsitektur gereja yang dibangun dengan nuansa Gothic ini.

Notre Dame - Misa 1

Notre Dame - Suasana Misa

Notre Dame - Kisah Tuhan Yesus

Sekeluarnya dari gereja , saya dan Titis juga heboh berfoto di tengah terik dan panasnya matahari saat itu. Berbeda dengan Belanda, kali ini summer di Paris benar-benar summer alias panas. Tapi hal itu tidak menghalangi kami untuk mengabadikan gambar di jembatan depan Notre Dame. Setelah berfoto? Tentu saja souvenir! Sedari awal berjalan ke Notre Dame, mata kami  berdua tidak berhenti memandang jalan yang dipenuhi oleh penjaja souvenir dengan harga kaki lima. Walau  begitu, barang yang dijual cenderung unik dan sangat ‘Parisian’.

Jangan lihat belakang saya 🙂

Barang nomor satu yang menarik perhatian Titis tidak lain adalah kartu pos, sedangkan saya? Kalau sudah lihat souvenir hanya ingat satu, yaitu mama saya yang hobi dekorasi rumah dan mengutak-atik interior rumah, jadilah saya beli beberapa barang yang sekiranya bisa mempercantik rumah di Surabaya. Merasa berat membawa semua souvenir yang dibeli, kamipun kembali ke hotel untuk singgah meletakkan semua belanjaan tadi dan langsung menuju ke Versailles! Tidak sabar rasanya melihat istana yang terkenal indah itu!

*     *     *

3 ISTANA DALAM 1 HARI

Versailles tutup pada hari ini. Itulah tulisan yang kami lihat setelah bersusah payah naik trem dan  bus menuju istana Versailles. Sebal rasanya!Jujur, istana itu menjadi salah satu tujuan utama saya datang ke Paris. Keindahan istana yang digambarkan di novel ataupun komik yang sering say baca sejak kecil menumbuhkan rasa kagum sekaligus penasaran yang luar biasa, namun sayang, nampaknya kesempatan itu akan hadir di lain waktu. Tidak ada waktu yang boleh tersita untuk bersedih dan meratapi nasib, kamipun segera mencari objek wisata lain yang masih ersebar luas di Paris. Berjalan terus mengikuti peta, sampailah saya dan Titis ke Mairie de Paris dan juga Grand Palais. Keduanya merupakan bangunan istana megah yang saling berhadapan satu dengan yang lain. Sebagai istana, gedung itu ditopang oleh pilar-pilar tinggi yang kokoh dan penuh ukiran, di atap dan tembok juga dipahat banyak bentuk malaikat atau sosok mitologis yang dipercaya saat itu. Tidak berhenti saya berdecak kagum melihat keindahan seni yang sudah dimulai sejak jaman dahulu

Grand Palais 1

Grand Palais 2 - Pilars

Grand Palais 3

Setelah puas melihat beberapa istana, kamipun pergi ke piramida kaca yang juga popular menjadi salah satu spot scene utama The Da Vinci Code. Ya, Musee de Louvre atau lebih mudah disebut The Louvre Palace. Gedung bersejarah yang sempat menjadi tempat tinggal para seniman di sekitar abad 16 ini secara resmi menjadi museum yang bisa dinikmati publik pada tahun 1791.Pada masa Revolusi Perancis tersebut, the Louvre dideskripsikan sebagai “a place for bringing together monuments of all the science and arts”. Tidak heran, kalau di dalamnya ada banyak sekali karya seni dengan nilai setinggi langit seperti yang karya seni Raphael, Michelangelo, Da Vinci dan nama seniman lainnya yang saya tidak ketahui (hehe). Tentu, salah satu yang menjadi daya tarik utama adalah lukisan wanita misterius yang dikenal sebagai Monalisa.

Louvre 2

Louvre 1

Hari itu, saya dan Titis memutuskan untuk tidak bergabung dalam antrian super panjang yang ada, kami malah menikmati gedung dan taman luas di sekeliling Louvre. Ribuan orang memadati daerah tersebut untuk masuk museum, berfoto-foto, berpiknik di taman bersama keluarga, atau hanya sekedar berjemur. Lucu, kalau orang Asia mati-matian menghindari panas dengan berbagai cara (contohnya seperti kami, yang malah berteduh makan eskrim untuk mengusir dahaga dan panas), hampir semua orang Barat berjemur dan menikmati teriknya sinar mentari.

Tanning at Jardin de Tuileries.

Me? I prefer ice cream rather than get tanned, haha!

Yellow family 🙂 Super Cute!

*     *    *

MUSIK TERBAIK EUROTRIP? JAZZ DI BAWAH CENTRE SEINE BRIDGE!

Hari itu, kami memutuskan untuk pulang lebih cepat dari hari sebelumnya. Hal ini memang sengaja dilakukan karena kami sudah berencana untuk makan malam di salah satu restoran terkenal di depan hotel, dan juga mengunjungi Eiffel untuk terakhir kalinya. Dalam perjalanan pulang, saya mengajak Titis melewati salah satu jembatan karena saya mendengar alunan musik Jazz super indah.

“Mungkin ada konser” pikir saya.

Berusaha melihat sumber alunan musik favorit, saya cukup terkejut mengetahui kenyataan bahwa musik itu berasal dari seorang pemusik jalanan di bawah jembatan yang menghasilkan gema dan pantulan suara yang cukup terdengar keras disekitarnya. Titis memutuskan untuk duduk menikmati sungai Seine, sedangkan saya menikmati alunan Jazz sambil berdiri tersihir melihat seorang lelaki memainkan 3 sampai 4 alat musik sekaligus. Tidak hanya saya, beberapa orang juga dengan senang hati memberikan beberapa Euro dalam kotak yang disediakan.

I should meet him again!

Lebih dari itu, saya bahkan sempat request dengan bahasa Inggris dan isyarat yang pas-pas an, namun Ia pun mengerti, ahhh.. sungguh menyenangkan. Instrumen Quando-Quando yang saya pesan ternyata juga memikat hati banyak orang. Beberapa ada yang sejenak menari (ya ! di tengah jalan), berhenti di tengah aktivitas mereka, bahkan turut memberikan tepukan tangan. Inilah Paris. Seni menjadi hal yang diapresiasi, bahkan melalui cara sederhana seperti pemusik jalanan di bawah jembatan menuju Jardin De Tuileries. Sebenarnya, saya cukup menyesal tidak membeli CD rekaman yang dijual pemusik tersebut.. 😦

*     *    *

Malam ini bakal menjadi malam terakhir di Paris, rasanya aneh. Waktu berjalan sangat cepat dan mengharuskan saya berpisah dengan Titis. Semoga malam mini bisa dilewati dengan sempurna.

Advertisements

2 thoughts on “Paris 2 : Hidup di Paris, hidup berdampingan dengan mahakarya terbaik Dunia.

  1. yahoya March 6, 2012 at 12:22 pm Reply

    nice trip… hope can follow you 🙂 …

  2. wardatul July 29, 2012 at 3:14 pm Reply

    kereeeeeennnnn ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: