‘We houden van Utrecht!’ A goodbye for Summer School 2011.

Sebuah pertemuan yang manis tidak akan pernah jauh dari ucapan perpisahan yang mungkin pedih, namun tetap manis. Bahkan,lebih manis.

Tanggal 12 Agustus 2011 kemarin menjadi sejarah bagi sebagian kecil anak muda dari seluruh dunia, sepersekian persen dari kegembiraan musim panas yang tidak jenuh dirayakan. Ini kami, peserta Summer School Dutch Culture, Society, and Current Issues yang mengucapkan salam perpisahan antara satu dengan yang lain. Beberapa dari kami akan kembali ke negara asal seperti Italia dan Amerika, sedangkan hampir semua orang Asia masih pergi berkeliling Eropa dengan rutenya masing-masing. Saya dan Titis memilih untuk tinggal semalam di Utrecht, lalu melanjutkan perjalanan ke Belgia dan bertemu dengan beberapa orang Korea dan Taiwan di sana.

Beruntung, kami berdua tidak perlu mengeluarkan lembaran Euro berharga ini untuk jaminan istirahat kami. Seorang teman mau membantu menampung saya, bahkan mengizinkan saya untuk menitipkan barang selama tur Eropa satu minggu kedepan nanti. Hore! Ini artinya berhemat.

*      *      *

ITALIAN SUPPER & DUTCH HIGH TEA

Malam tanggal 11 kemarin terasa sangat sempurna bagi kami, kelas C-43. Menghabiskan sisa waktu yang ada untuk menikmati masakan Italia super enak di La Fontana Utrecht disertai dengan kehangatan perbincangan seluruh anggota kelas adalah cara yang tepat untuk merayakan perpisahan. Hampir 3 jam kami menghabiskan waktu untuk makan, saling comot satu makanan dengan yang lain, bahkan saling menyuapi, bercanda dan bercerita tentang pengalaman masing-masing di Belanda. Tentu saja, kesempatan itu juga digunakan untuk mengabadikan momen dan waktu yang sungguh berarti.

Perjalanan kembali ke Benelux Laan saya habiskan untuk bersenda gurau dengan Chloe, Ben, Mirim, Moon, Inne dan juga Titis. Tidak hanya saya, mereka pun juga merasa bahwa waktu berjalan sangat cepat. Dua minggu ternyata adalah waktu yang sangat singkat, terutama saat anda menghabiskannya dengan penuh kegembiraan.

Esok siangnya, setelah penyerahan sertifikat kelulusan diberikan secara langsung oleh kedua dosen yaitu Marteen P dan Matte, kami dijamu dengan hidangan high tea lengkap dengan potongan-potongan cake yang sudah tersedia di Broers Cafe, sebuah cafestaad bernuansa klasik hangat terletak di dekat kantor resmi Summer School. Sekali lagi, dalam jamuan tersebut kami diberikan kesempatan untuk menikmati waktu-waktu terakhir berkumpul bersama. Tidak lama setelah itu, satu persatu dari kami pun berpisah, meninggalkan summer school yang berharga ini. Pelukan super hangat nan erat disertai beberapa tetes air mata pemandangan biasa hari itu. Huf 😥

Dua minggu. Empat belas hari. Tiga ratus tiga puluh enam jam saja. Namun rasanya berat bagi masing-masing dari kami untuk meninggalkan Utrecht tercinta.

*      *       *

SOMEDAY

Entah kapan akan bertemu lagi, memenuhi undangan untuk datang ke seluruh dunia, berbagai negara tempat mereka berada.

Kalau saya kembali ke Tanah Air nanti, tidak ada souvenir yang lebih baik dari pengetahuan yang saya dapatkan, pengalaman yang siap diceritakan, dan wawasan yang membuka mata saya ke dunia baru, lebih luas dari sebelumnya. Terimakasih saya ucapkan kepada NESO Indonesia untuk komitmennya membantu anak bangsa agar terus maju dan berkarya dengan memberikan dukungan bagi mereka yang berminat ke Belanda. Sebuah negeri yang mungil yang berhasil menarik hati banyak penduduk negeri di dunia ini dengan segala keunikan atraksi sosial maupun hiburannya, keindahan tulip sekaligus kanalnya, kemegahan seni arsitektur yang terus dipertahankan, dan juga ciri khas karakter penduduk di dalamnya. Negeri Oranye ini, berhasil menarik hati dan langkah saya. Tidak heran, kalau aaqq alias Rizky P. Permana begitu terinspirasi sehingga melahirkan Negeri Van Oranje, sebuah kisah yang dicintai oleh jutaan orang di Indonesia. Sebuah cerita menarik tentang anak muda dengan Negeri Belanda sebagai latarnya, yang merefleksikan makna negeri ini bagi sang penulis.

*      *      *

Summer School telah usai, namun proses belajar saya masih terus berjalan. Negeri lain pun masih harus disinggahi, smoga kisah saya akan terus berlanjut.

Salam hangat, dan kecupan pipi tiga kali ala Belanda,

V
Dalam perjalanan menuju Brussels Centraal, Belgia.

 

Benelux Laan, untuk terakhir kalinya.

More than just a Certificate

More than just a Certificate

Emily! Im waiting for your solo ballet concert.

Emily! Im waiting for your solo ballet concert.

Sofie 'Cullen' ? 🙂

Advertisements

2 thoughts on “‘We houden van Utrecht!’ A goodbye for Summer School 2011.

  1. Cung2 August 13, 2011 at 1:58 pm Reply

    Geess! I bet u have a very nice moment, there! Senangnya salah satu mimpimu (dulu, yg pernah kau ceritakan padaku) akhirnya terwujud. Pasti akan ada ‘lanjutan’nya kok, Ges!

    *PS: buat NESO-Kalo-baca
    Eh, aku sudah dapat tas oranye bin lucu, mungkin itu tanda kalau nanti saya jg ke Belanda. Amin. Haha.

    • G.Viona August 13, 2011 at 2:54 pm Reply

      Iya, ini pasti dibaca sama salah satu Staff NESO. Amin, kamu juga ke Holland \(^o^)/ hahahaha! Makasih yah Cungggg! I love this country so much 🙂 thanks for reading! Means lotttt!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: