Malam Terakhir di Utrecht

Dua jam sebelum big farewell dinner bersama C-43, ditemani rintik hujan musim panas Belanda.

Kalau misalnya hari pertama saya sempat bete lantaran housing dan hal-hal kecil yang diluar ekspektasi, saat ini malah rasanya berat untuk membayangkan perpisahan dengan tempat ini, Benelux Laan, dengan teman-teman, kelas C43 yang heboh, dengan Utrecht. Malam ini merupakan malam terakhir bagi saya untuk tinggal di salah satu kota pelajar di Belanda ini. Besok sore, seharusnya sudah ada di Amsterdam untuk mempersiapkan kepergian kami berdua (saya dan Titis) ke Belgia.

* * *

I GET MORE THAN A SUMMER SCHOOL
Ditemani summer yang dibilang oleh orang Belanda
‘cold summer’, saya menghabiskan dua belas hari Summer School saya di Utrecht dengan jutaan kenangan manis dan luar biasa tahun 2011 ini. Kelas Dutch Culture : Society and Current Issues mengajarkan banyak sekali hal mengenai Belanda, tidak hanya apa yang terjadi di masa lampau alias sejarah, namun juga isu-isu terkini yang hangat di Belanda maupun benua Eropa. Memang bukan hal yang mudah, namun didukung oleh suasana kelas dan juga kompetensi pengajar yang tidak perlu diragukan, saya dan teman-teman lain bisa mengikuti kelas dengan antusias, dan akhirnya mengikuti ujian akhir hari ini. Tugas atau assignment yang diberikan bukanlah penulisan paper atau makalah yang seringkali diberikan saat saya di Indonesia, melainkan studi ekskuri per kelompok, lalu menganalisis topik tertentu dari pelaksanaan ekskursi tersebut. Tidak hanya itu, ada kelas yang khusus melaksanakan debat dan memperbolehkan muridnya memberikan argumen yang logis untuk menyanggah hal-hal yang sudah kita kerjakan di makalah sebelumnya. Kelas ini menantang sekaligus sangat menyenangkan.

Budaya permissive yang identik dengan Belanda nampaknya juga sudah mengakar kokoh hingga ranah pendidikan. Dosen pengajat tidak akan melempar kapur papan tulis ataupun memarahi saat anda ‘nyeletuk’ atau bertanya ditengah-tengah perkuliahan berlangsung. Sebaliknya, mereka sangat terbuka akan pertanyaan atau keraguan anda akan topik yang sedang dijelaskan. Di sisi lain, mereka yang mengajar juga memberikan batasan khusus untuk waktu dan juga pelaksanaan kelas. Kalau dimulai pukul sepuluh, ya pukul sepuluh itulah beliau mulai mengajar dan membuka powerpointnya. Untuk pertanyaan-pertanyaan yang dirasa belum diketahui jawabannya, Dosen pengajar tidak segan berkata ‘saya tidak tahu’, atau ‘after class I will tell you’ untuk jawaban pertanyaan yang dirasa personal. Mereka dengan sangat jujur dan teratur memberikan ‘aturan main’ di kelas C43 ini.

Tidak salah kalau NESO Indonesia memilih Utrecht University sebagai tempat pelaksanaan SummerSchool. Selain kelas dan pengajarnya, suasana kota yang dinamis dan strategis juga mendukung mobilitas diri saya yang cukup tinggi. Patut diakui, saya sebagai orang yang diberi kesempatan ini merasa sangat puas dan terbantu dengan segala fasilitas maupun dukungan yang diberikan NESO Indonesia. Untuk teman-teman yang memiliki harapan belajar di Negeri Tulip ini, saya sangat menyarankan untuk melakukan sesi konsultasi dengan pihak NESO Indonesia dari sekarang untuk kejelasan informasi pendidikan dan juga segala hal yang berkaitan untuk keseharian di Belanda nanti. Dijamin, saran dari staf yang profesional dan suportif akan sangat membantu persiapan anda.

* * *

SUMMER SCHOOL USAI
Beberapa jam yang lalu, saya dan Titis baru saja tiba dari berbelanja beberapa makanan sebagai persiapan ke Belgia pada hari Sabtu ini. Menyadari bahwa Summer School telah berakhir, membuat kami berbincang banyak tentang kejadian yang sudah dialami. Sungguh, seperti mimpi kalau kami bisa menginjakkan kaki disini. Sekarang, saya harus segera bersiap-siap untuk makan malam bersama nanti, sekaligus membagikan souvenir yang sudah saya bawa dari Indonesia untuk kenang-kenangan sederhana bagi mereka. Tidak muluk-muluk, doa anda saya harapkan untuk acara malam ini dan juga beberapa hari ke depan, dimana travelling berdua ke Belgia dan kota lain akan saya lakukan bersama Titis.

Cerita lain akan terus ada, sebagai ungkapan syukur atas waktu yang tak akan pernah berputar kembali kebelakang.

Terimakasih untuk membaca kisah – kisah ini.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s