Tiga Kisah di Enam Agustus

Tanggal enam agustus tahun ini menjadi lebih spesial daripada tahu-tahun sebelumnya. Di tahun 2011 ini, saya berada di Belanda untuk mengikuti Summer School yang diberikan Neso Indonesia, khususnya di kota Utrecht.

ENAM AGUSTUS YANG PERTAMA
Hari Sabtu minggu lalu saya tidak bisa merayakan bertambahnya usia saudari tercinta saya, Gloria Lady Leony. Kalau kami selalu diberi kesempatan Tuhan untuk berkumpul bersama setiap tahunnya, kali ini terasa berbeda. Umurnya yang kedua puluh empat dinikmati di sebuah kepulauan kecil dekat Negeri Bambu. Di Taiwan, ia memang menempuh sekolah bahasa mandarin. Dimana saya akan menyusulnya setelah lulus nanti. Jauhnya lokasi belajar kakak tentu menjadi halangan bagi saya dan juga tua saya yang di Indonesia untuk berkumpul berbahagia atas angka 24 bagi kakak saya. Tapi tidaklah mengapa, walau memang sangat merindukan kehadiran dan juga kesabarannya, hati ini tetap memberikan ucapan dan doa yang terbaik bagi dirinya. Terlebih lagi kedua orang tua saya, mereka pasti sudah lebih dahulu mengirimkan rangkaian harapan ditujukan pada yang Maha Kuasa bagi putri sulung mereka.

Kakak atau yang sering saya panggil cicik itu bagaikan obat penenang di tengah keluarga. Seorang saya yang sangat ekspresif dan cenderung spontan kadang memang perlu di rem supaya lebih terkontrol dan tenang. Tidak jarang kamipun sering beradu argumen, hingga bertengkar dan perang dingin. Tapi seiring berjalannya waktu, pertengkaran itu malah jarang terjadi. Jelas, kami sangat dekat satu dengan yang lain.

Barusan, saya melewati sebuah toko yang menarik perhatian saya karena ada gambar kunci G di jendelanya, dan memang benar itu adalah toko musik. Terletak dekat kantor Utrecht Summer School di Jalan Janskerkof, saya pun tidak ragu memasukinya. Pikiran saya melayang langsung ke kakak saya ini. Tidak ragu, saya membeli beberapa kartu pos dan ucapan ulang tahun dengan gambar kucing atau piano. Dua hal itu memang identik dengan dirinya. Keahliannya bermain musik seakan natural anugerah dari Tuha, kecintaannya pada kucing yang menurut saya adalah binatang sombong juga sudah saya maklumi. Jadi, di bawah ini bisa dilihat hadiah yang akan saya berikan pada kakak saya secara virtual.

* * *

ENAM AGUSTUS YANG KEDUA
Di tanggal enam ini juga merupakan ulang tahun dari kedua sahabat saya, Yona Simon dan Devina Julaidi alias Bebek.

“Nel, I really miss our quality time with full of laugh and meaningful topics of conversation. Wishing you all the best for the study and also your whole life. Be my future dentist! 🙂 hahah! Thanks God for giving you as my best friend!”

“Bebek, how’s your thesis going. I don’t know how to do it here. Happy birthday dear bebek. Be a stronger woman, and trust yourself more. Don’t get distract with others opinion, you don’t even know how beautiful and lucky is your life, dear. Thanks for being so nice! Wishing you all the best,bek! Annyoenghaseyo!”

* * *

ENAM AGUSTUS YANG KETIGA
Tidak cukup tiga perayaan ulang tahun, kain hitam sebagai tanda kedukaan pun harus turut dikibarkan.
Seorang teman Belanda yang sangat saya sayangi, menguburkan Ibunda tercintanya tepat tanggal enam kemarin. Bukan Ibu kandung, Ia adalah anak tiri dari wanita penuh kasih tersebut. Namun, apalah arti sebuah status formal kalau sejak angka delapan, teman saya sudah hidup dan dibesarkan oleh dengan wanita tersbut. Memori akan perjalanan kehidupan sekaligus perjuangan melawan sakit yang cukup berat ini akan menjadi sebuah kenangan manis, lembaran sejarah yang tidak akan bisa terlupakan, dan pastinya meninggalkan jejak dalam hati maupun pikiran yang ditinggalkannya. Untuk seorang teman yang saya panggil Superman, dan nama panggilan lainnya, entah seberapa skeptis dan juga minimnya tingkat emosional seseorang dengan budaya Belanda, saya yakin, kehilangan seorang Ibu tidak akan pernah mudah.

Sebuah duka tidaklah perlu disingkap dengan air mata dan kata-kata kesedihan. Saya tahu, saat matamu berkilat seiring kisah Ibu diceritakan, ia sangat berarti bagimu. Bersyukur untuk segala yang pernah terjadi, hidupi hari ini, dan selalu persiapkan masa depanmu yang cerah.

Untuk setiap waktu yang dihabiskan bersama berdampingan, terimakasih. “I know you will through this. I pray all the best for you, your brothers and you lovely Dad..”

* * *

Before I start to cry here at a very nice cafe which I can use my Credit Card (finally!!!), ill stop this writing. Let you to see those gifts for my sister. And the ambience here in Broers Stadscafe and Restaurant.

Music Book Store

Music Book Store

Its all about music's accesorries!

Its all about music’s accesorries!

Broers

Broers

The Pianist piano book, and cards. Happy Bday dear Sister! hug*

The Pianist piano book, and cards. Happy Bday dear Sister! hug*

Cat and Lady with the Piano

Cat and Lady with the Piano

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

One thought on “Tiga Kisah di Enam Agustus

  1. Gloria Lady Leony (@GloriaLady) August 10, 2011 at 9:20 am Reply

    Oh my God!! Thank you so much!!! You’re my best sister in the world!!! *hugs* ~ menahan air mata. Love you ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: