BETWEEN ITALIAN & INDONESIAN. The first thing in common? Perfectionism.

1. Berdiskusi mengenai kerangka presentasi dan slide yang akan dibuat,

2. merangkai isi yang akan disampaikan saat presentasi,

3. mendesain slide,

4. mengoreksi ulang isi dab desain setiap slide,

5. dan terakhir ,berlatih presentasi hingga dua kali.

Bagi saya dan Federica, itu artinya adalah bekerja dari pukul 2 siang hingga pukul 8 malam nonstop.

* * *

Hal di atas lah yang terjadi kalau orang Indonesia yang perfeksionis bertemu dengan orang Italia yang juga perfeksionis, bahkan lebih detail lagi. Saya sekarang menulis sambil senyum-senyum sendiri. Membayangkan teman-teman saya yang pernah angkat tangan saat perfeksionis saya kambuh. “Belum tahu mereka, kalau ketemu Federica. Bisa stress kalau ga bisa ngikutin” ungkap saya dalam hati.

Beruntung, kami berdua bisa menyesuaikan diri (dan menyeseuaikan otak) denga cukup cepat. Tidak pernah ada perdebatan yang terlalu panjang atau diskusi yang tidak penting terjadi dalam proses pelaksanaan Assignment 1 ini. Dalam tugas pertama ini, kami sebagai kelompok diminta untuk melakukan ekskursi ke sebuah kota dan juga melakukan presentasi tentang hal tersebut. Tidak perlu menanti sebuah perintah satu kepada yang lain, kami sudah berinisiatif untuk melakukan bagian masing-masing. Federica yang sangat paham akan sejarah bertugas untuk membuat bagian presentasi Museum Het Prinsenhof, sedangkan saya akan secara jelas menjelaskan fakta tentang Delft, Museum Nusantara, kesan dan opini kami berdua, dan tentu saja bagian kesukaan saya, mendesain Power Point.

Kami tidak makan (berat, hanya makanan ringan, haha). Saat sedang serius dengan pekerjaan masing-masing, kami hanya diam di depan laptop masing-masing, ditemani bunyi ketikan keyboard dan teriakan khas Italia di luar kamar sana, seakan saya terdampar di Italia,bukan di negeri Tulip. Namun semuanya membuahkan hasil, presentasi kami selesai pada hari itu juga, beserta dengan latihannya. Tidak pernah kami berdua merasa bahwa ini adalah sebuah beban yang berat, sebaliknya, kami sangat bahagia dan antusias mengerjakan tugas ini dikarenakan kecintaan yang tinggi pada kota Delft. Beberapa orang Italia sangat terkejut akan hasil presentasi yang telah dibuat, merekapun tidak segan memuji saya maupun Federica. Jujur, hal tersebut menjadi penyemangat bagi kami.

* * *

THE WARMTH OF ITALIANs
Walaupun sudah hampir pukul 21.30, saya dilarang pulang dari kediaman yang didominasi oleh orang Italia tersebut. Saya diharuskan makan pasta buatan orang Italia sendiri. Rasanya? Jangan ditanya. Yummmmm! Apalagi ditemani kopi asli Italia dan juga orang orang Italia yang heboh sendiri dalam dapur kecil tersebut. Sungguh hangat dan menyenangkan.

I do really glad to have a partner like Federica this time. We have a good time and also good quality of conversation as well. Instead of being difficulties, we find many exciting and new things through our friendship. Furthermore, for my diet pattern, she insists me to eat more,more, and more.

“In Italia, you should come to my hose and eat so many Italian food.. Eat more Viona, Enjoy you food and life..!”

It’s the sentence that I often hear from her. I do appreciate her attention and also our experience together. She the first and I believe the sweetest Italian girl that I know. By this simple writing, I thank God to let me have this priceless or euroless opportunity, know foreigners more, understand their culture deeper, which definitely grown up my personality.

Wish me luck for our presentation tomorrow, Monday 08 August 2011. Me and Federica will present about our lovely city, Delft.

* * *

THE PRESENTATION DAY.
08 August 2011

We made it!!!
We were not perfect, but I strongly believe about the best that I and Federica already done.
Marteen, the lecturer says that he can totally see our (me and Federica) passion and love about the city, Delft!
Ahh, it is totally fun and satisfying! I’m sure that this would be a good learning point for Federica and me as well!

Thanks lotttttt Fede! (っ∩_∩)っ

We made it!! Yay!

We made it!! Yay!

Real Italia Penne! Fantasticooo!

Real Italia Penne! Fantasticooo!

The Chef! Thank you Fede!

The Chef! Thank you Fede!

Thank you for accompany me and Fede, Nicolaaaaa! :)

Thank you for accompany me and Fede, Nicolaaaaa! 🙂

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

One thought on “BETWEEN ITALIAN & INDONESIAN. The first thing in common? Perfectionism.

  1. Federica October 18, 2011 at 1:18 am Reply

    Vionaaa!! I hadn’t seen this part of your blog!!:) Thank you for all the positive things you’ve written!:) you’re so lovely!:) I can’t wait to see you in Italy!!!!!!:):) a huge kiss!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: