Ten Days Left

“…Im happy that you have your visa right now,cant believed that you gonna see my country Viona…” (Visser,2011)

“Viona, you just 1 month and then you are in Holland..:)” (Dekker,2011)

Akhirnya hari ini datang juga.

Tanggal 20 Juli 2011 adalah hari dimana saya bisa melakukan briefing pre-departure di kantor Neso Nuffic Indonesia (Jakarta) sekaligus bertemu langsung dengan partner summer school di Belanda nanti, Titis. Hal ini menjadi sangat menarik karena memang selama ini kami hanya melakukan komunikasi melalui telepon, chat, dan juga email tanpa tatap muka secara langsung. Disamping itu, Rabu ini juga menjadi tanda semakin dekatnya keberangkatan kami ke Belanda sebagai hadiah istimewa Kompetiblog 2011. Percayalah, rasanya itu..r  u  w  e  t. Tidak karuan. Senang bercampur tegang, belum lagi ditambah dengan kepentingan tugas akhir (skripsi) yang belum selesai. Namun, bagaimanapun juga, perasaan tersebut saya anggap sebagai perpaduan unik nan spesial selama 2 bulan ini. Tidak terasa, sepuluh hari lagi. Ya ampun!

HELLO AGAIN, NESO NUFFIC INDONESIA!
Meleset satu jam dari waktu yang ditentukan, sekitar pukul 11 saya tiba di kantor Neso Nuffic Indonesia. Pesawat yang saya tumpangi harus terlambat 30 menit dari waktu yang seharusnya dan secara langsung membuat saya tidak bisa datang ke kantor Neso tepat waktu. Sambil menanti di perpustakaan, mata saya menikmati sebuah sudut ruangan yang penuh dengan brosur dan buku panduan pendidikan lanjutan yang tertata rapi di beberapa rak berukuran besar. Walau hanya sekilas, sudah bisa terlihat berbagai pilihan

Universitas dan program yang ditawarkan oleh negeri kincir angin ini. ‘Tidak heran, banyak yang ingin ke negeri mungil ini…’ ucap saya dalam hati.Tidak lama, Mba Rosa pun hadir dan mempersilakan saya untuk masuk ke ruang meeting. Segera saya tersenyum dan menghampiri sosok Titis di ruangan tersebut. Menyadari mukanya yang agak lemas, ia mengaku masih sangat mengantuk akibat delapan jam perjalanan yang ditempuhnya di kereta. Sejenak, kami pun mengobrol tentang apa yang akan dilakukan hari ini.

A TRULY BRIEF BRIEFING
Dengan sangat jelas dan ringkas, Mas Ariono H memberikan briefing berkaitan dengan apa saja yang harus dipersiapkan dan dilakukan di sana. Tidak jarang, ia memberikan saran-saran praktikal yang bermanfaat saat di Belanda seperti :
-Pentingnya membeli kartu pass terusan kereta di Belanda,
-Memanfaatkan waktu dan kesempatan yang kami punya untuk melakukan studi ekskursi ke beberapa sekolah tinggi di Belanda,
-Membawa baju dingin walaupun kegiatan ini adalah ‘summer school’. Wajar, di Belanda cuacanya tidak menentu dan cenderung fluktuatif, bisa bertahan hangat selama beberpa hari dan mendadak berangin di hari selanjutnya,dll.

Some of the documents

Tidak hanya itu, Mas Ariono yang juga ditemani oleh Mba Rosalia Damayanti ini menjelaskan tentang dokumen-dokumen yang diberikan hari ini. Kami diharapkan untuk menyimpan duplikasi dokumen tersebut demi alasan keamanan. Saya yang mengaku sedikit parno dengan tingkat kriminalitas di Belanda maupun kota-kota Eropa lainnya mendapat masukan agar selalu berjaga-jaga dan waspada terutama di Paris.“Kalau di Paris, rasanya lebih bahaya, apalagi di sekitaran Eiffel.”ujar pria berkacamata ini. Saat ditanya mengenai rencana extend, kami pun menjelaskan perencanaan yang telah dibuat dengan sangat detail. Syukur, dalam merencanakan kepergian ini, kami dibantu oleh seorang teman yang juga merupakan pemenang tahun lalu, Yosua K. Sebagai intern Neso, ia tidak segan membantu persiapan kami, baik Summer School maupun trip Eropa (Thanks Yos!)

FINALLY VISA!
Waktu hampir menunjukkan pukul 12.30, itu artinya kami harus segera pergi meninggalkan kantor Neso dan meluncur ke kedutaan Belanda. Setibanya di Erasmus Huis, kami mampir ke Hema dan menikmati sedikit makanan yang katanya ‘ala Belanda’. Bukan hanya karena lapar, tapi juga untuk mengisi waktu menunggu dibukanya antrian pengambilan visa tepat pukul 1. Kalau Titis memesan fruit platter with mayo, saya cenderung lebih memilih tomato soup, jenis soup kesukaan saya disamping clear soup 🙂 Sambil menikmati kehangatan sup tomat yang disediakan, saya juga menikmati hangatnya pembicaraan makan siang. Topik mengenai persiapan mengikuti Utrecht Summer School memang tidak ada habisnya. Dari ukuran koper sampai jenis makanan apa yang akan disantap Titis untuk buka puasa. Melalui pembicaraan tersebut, saya juga semakin bangga akan teman saya yang ternyata telah menghasilkan satu novel remaja. It was so nice to know it! Gadis yang mempunyai cita-cita sebagai penulis setelah lulus dari pendidikan Sastra Indonesia ini memang telah mengenal dunia tulis menulis sejak SMP.

Salad Lunchie

My Tomato Soup

Tidak terasa, tiba saatnya kami harus masuk ke ruang pengambilan visa. Maklum, kami belum pernah mengurus visa sendiri. Ribet dan bingung pun dialami. Saya baru tahu kalo masuk ke ruangan tersebut tidak diperbolehkan membawa tas bahkan handphone. Bersama dengan sekitar 30 orang di ruangan tersebut, kami harus bersabar menunggu. Namun, seorang sanguin seperti saya tidak akan tahan diam menanti, dan nampaknya, saya tidak sendiri. Sejenak setelah duduk bersebelahan, seorang gadis dengan kecantikan khas oriental menyapa dan menanyakan kepentingan saya di Belanda. Kami mengobrol cukup lama dan berbagi pengalaman yang telah dan akan dialami. Sebuah obrolan siang hari yang menyenangkan dan segar untuk mahasiswa tingkat akhir seperti saya. (Apakah itu?nantikan cerita selanjutnya)

Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya visa Schengen pun ada di tangan kami (yayyy!!) Saya dan Titis tidak bisa menyembunyikan rasa senang sekaligus lega ini. Semua persiapan yang harus dilakukan telah beres, tinggal packing lah yang belum tersentuh, dan akan diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

We finally meet up, face to face!

*     *     *

Terima kasih semuanya buat hari ini. Pihak Neso Nuffic Indonesia sebagai penyelenggara sudah sangat membantu dan kooperatif selama proses yang berjalan; teman Summer School saya, Titis yang sudah banyak membagi pengalamannya buat saya; dan juga sepupu tercinta saya, Richie, untuk date nya hari ini sekembalinya dari China (thanks dear for your companion!)

Advertisements

4 thoughts on “Ten Days Left

  1. Chrysant July 26, 2011 at 2:49 am Reply

    Salam kenal, Viona. Saya alumnus Holland, dulunya studi di Den Haag. Saya juga rajin ngeblog waktu itu, dan isi blognya Viona banyak yang mengingatkan kisah-kisahku juga apalagi yang pre-departure. Oh ya, kalo pengen baca tips hari pertama buat ngalahin jet lag, mampirlah ke post-ku: http://sneltrein.wordpress.com/2011/07/26/first-day-itinerary-to-beat-the-jet-lag/
    Veel plezier! 🙂

    • G.Viona July 26, 2011 at 4:39 pm Reply

      Kak, Saya sudah baca 🙂 Its a very nice blog. Cant resist to explore your blog more and read all of those beautiful written stories.

      Thank you for reading mine! Hope you enjoy it 🙂

      Nice to meet you here!

  2. Chrysant July 26, 2011 at 7:36 pm Reply

    Thanks Viona, glad that you enjoy my blog.
    I’ve subscribed to yours and i’d be happy to read more stories from you!

    Enjoy Holland!

  3. @helgaindra July 28, 2011 at 6:54 am Reply

    ciyee yang mau ke Belandaaaaaa
    hah gue envy!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: