Merekapun Menangis Seperti Saya

Monday, 13 June – Lunch break time after thesis making.

Ada banyak reaksi yang ditunjukkan oleh orang-orang sekitar berkaitan dengan kesempatan yang saya dapatkan menjadi salah satu pemenang Kompetiblog 2011. Bersyukur kalau reaksi tersebut adalah reaksi yang positif. Walaupun begitu, ada beberapa hal menarik yang saya temukan saat mereka mngungkapkan perasaannya terhadap kemenangan ini. Melalui Blackberry Messenger maupun komunikasi tatap muka yang sempat terjadi. Sungguh, mereka membuat hati saya tersentuh, dan memaksa otak ini untuk berpikir. Hingga tibalah saya pada suatu titik kesimpulan, inilah anugerah. Hadiah dari Tuhan yang tidak pernah disangka-sangka.

*

“..envy you Ges! You truly make me such a loser. Teronggok tak berdaya di sini. But happy for you!”

adalah kata-kata yang diketikkan sesaat setelah tahu bahwa saya berhasil mendapatkan gelar juara tersebut. Entah, saat membacanya, hanya muka muram yang bisa saya lakukan. Suatu saat, mungkin ada kesempatan lain untuk masing-masing dari kami mengerti apa arti dari semua ini.

*  *

“..Ges! Im proud of you. Tadi aku baca “Broken Wings” sampai nangis. Rasanya kamu beneran berusaha, dan akhirnya bisa tercapai.

…loh ges.. aku BBM-an ama kamu sekarang nangis lagi, gak kuat.. Thank you for being an inspiration..”

saya jadi ikut panik saat tahu salah satu sahabat saya menangis karena hal ini. Tidak menyangka bahwa hal ini akan menyentuh hatinya sedemikian rupa. Sungguh, saya sangat menghargai apresiasi yang diberikan. Setelah hampir 4 tahun kami berkenalan, tidak terasa sudah di penghujung masa kuliah. Saya menitikkan air mata membaca semua chat yang ditulis.

*  *  *

“..katanya boleh mimpi besar! Tapi setiap kali aku mengungkapkan mimpiku, aku gak pernah sma sekali didukung loh ma sekitar. Mereka tuh, gimana ya, kaya bilang gak mungkin. Padahal ya itu yang aku jalani sebagai passionku dari kecil Ges.

Aku sering tanya apa bener Tuhan kasi passion ini buat aku..Selalu. saat bicara mimpi, ini sensitif untuk aku..”

dengan mata yang sudah berkaca, kaca, ia berusaha mengatur ritme kalimatnya. Seorang gadis cantik berada di samping saya yang sedang menyetir dan berusaha mendengarkan di saat yang bersamaan. Bukannya saya tidak tahu bahwa ia banyak sekali berusaha dan mencari kesempatan untuk mengembangkan hasratnya dalam dunia entertainment. Yang saya bilang hanyalah saya mengerti. Ada kondisi dimana semua orang mempertanyakan pentingnya belajar Bahasa Belanda dan mencintai negara yang sempat menjajah Tanah Air sendiri. Saat semua berkata, “ah masih jauh..ya bisa lah pas sudah tua nanti boleh ke Eropa..“. Cuma pedih yang bisa dirasakan tanpa sanggup melakukan pembelaan.


Without passion man is a mere latent force and possibility,

                like the flint which awaits the shock of the iron before it can give forth its spark.

                                                                                                                  ~Amiel, Journal, 17 December 1856

Hidup ini memang perlombaan. Namun tidak seperti normalnya, kita semua ada dalam jalur yang berbeda – beda. Karena sebenarnya kita bersaing dengan diri kita sendiri. Ada rencana yang berbeda untuk tiap tiap orang, karena itulah kita harus membuat pilihan, apakah terus berlari, atau memutuskan untuk berhenti dan menyerah. Tidak ada manusia yang sama untuk bisa dibandingkan, bahkan sesama manusia tidak cukup mulia untuk merasa lebih diantara yang lain. Mencintai diri sendiri mungkin saat ini menjadi isu yang juga harus saya hadapi. Tidaklah munafik, beberapa kali rasa minder dan tidak percaya diri selalu menyerang. Namun saat saya berusaha jujur dan menerima diri sendiri, mata saya menjadi lebih terbuka untuk melihat mengerti apa yang seharusnya dilakukan untuk memaksimalkan semua kelebihan, bahkan kekurangan yang ada pun tidak menjadi masalah berarti.

Seperti yang pernah saya tulis mengenai passion, saya bahagia untuk orang-orang yang terus menjalani passionnya. Begitu unik untuk setiap orang hingga rasanya betah mendengar mereka berbicara dan bertindak sesuai dengan jalur yang mereka pilih. Politik, dunia hiburan, keagamaan, kuliner, menari, bahasa, dan masih banyak lagi passion yang ada di dalam diri tiap individu. Bukan hal yang instan untuk tahu yang mana yang tepat, dan apa yang harus dilakukan. Itu semua proses yang tidak mudah. Sebuah proses seumur hidup untuk mengenal diri Anda, passion Anda, dan terus melakukan hal yang lebih baik demi mengembangkan bibit yang telah Tuhan beri di setiap hati kita. Saya juga sedang berjalan mencari.

*

Beberapa pertanyaan ini mungkin dapat membantu untuk mengetahui apa sebenarnya tujuan anda, passion dan juga cita-cita anda :

1. Hal apa yang akan anda lakukan dengan senang hati?

2. Hal apa yang sering kali membuat anda marah apabila itu salah dilakukan , dan anda tergerak untuk memperbaikinya?

3. Hal apa yang rela anda lakukan secara sukarela dan tidak dibayar apabila diminta membantu?

4. Apa yang mendatangkan damai dan kepuasan setiap anda melakukannya?

5. Apa yang anda lihat dari pertanyaan diatas dapat kerjakan hingga tua nanti?

Masih ada beberapa pertanyaan lainnya, namun saya rasa hal ini sudah cukup membantu dalam melihat rencana jangka panjang di depan kita. (Source : Rachmat, Jeffrey, 2011)

*

Semakin saya melihat hidup yang telah dijalani, semakin saya menyadari dan mengerti mengapa ada “Grace” sebagai nama saya.

Advertisements

11 thoughts on “Merekapun Menangis Seperti Saya

  1. yosuakristianto June 13, 2011 at 7:06 pm Reply

    Love the writing, and hope that u understand grace more and more. Grace is just so beautiful, can’t live a single day without it..

    • G.Viona June 15, 2011 at 5:56 am Reply

      Yos.. thanks a lot yah =) Really you do like the writing? Means lot! Thanks! =)

  2. Batu June 13, 2011 at 11:16 pm Reply

    selamat ya mbak… ke Belanda deh..
    saya sudah baca tulisannya, tentang “Vitamin ‘B’ di Belanda”.. hehe…
    tulisannya bagus, pantas menang lah….

    • G.Viona June 14, 2011 at 8:18 am Reply

      Hai batu atau edi setiawan =) Terimakasih banyak untuk ucapannya yah. Semoga bisa jadi inspirasi. Saya juga masih dari tahap belajar nulis. TulisanVitamin B itu saya tulis karena saya yakin bahwa hal kecil merupakan landasan untuk sebuah hal yang besar. Tanpa disadari kebahagiaan menjadi motor bagi kemajuan dan eksistensi Belanda. Kita juga bisa! =) Salam Kenal!

  3. Jezjez Jung Min Hwa June 14, 2011 at 10:12 pm Reply

    Fiuuuhh lagi-lagi ada yang menggenang dimataku untung aja ga bocor =))
    *Finger Mother* a.k.a jempol!!!!

    TRUST THE PROCESS!!
    Down up down up down up down up down down down up up up… Aku bisa saja berulang-ulang mengalami down tapi aq pasti akan bangkit.. Aku akan berusaha melewati semuanya dengan senyuman.. akan kunikmati semuanya itu gezz,,,sambil tetap pegang janji-Nya.. =)
    Memang benar jalan hidup tiap orang berbeda, ya inilah jalan hidupku yang aku yakini suatu hari nanti akan menjadi suatu lukisan abstrak yang indah dan berarti yang dipajang dalam sebuah pameran besar sbg salah satu Mahakarya.. Mungkin mereka sekarang melihat aku bagai coretan2 berwarna-warni yang tak jelas bentuknya, dan mereka mengomentari warna-warna yang Pelukisku taruh dihidupku dgn cara pandang mereka dan selera mereka sendiri yang menurut mereka baik.. Tapi aku tahu, Pelukisku ini handal..aq tau dia hebat, Dia MASTERnya Pelukis, aku ga mau meragukanNya, walau kata2 para pengunjung itu terkadang membuat hati pilu… Aku mau percayakan ini semua pada Pelukisku.. Ini belom selesai..masih proses.. Tunggu saja nanti pada waktunya, saat OPEN HOUSE^^

    SMAAANGAAAAATTT GEZZZZ!!!! Terima kasih sdh menjadi pendengar yang baik..
    Aku bersyukur gezzz..Tuhan bisa bwt km menang dan ke belanda dan impianmu tercapai.. entah kenapa, aku ngerasa kyk ada kekuatan dr kemenanganmu, rasanya seperti aq juga menang^^

    • G.Viona June 15, 2011 at 5:58 am Reply

      “.. entah kenapa, aku ngerasa kyk ada kekuatan dr kemenanganmu, rasanya seperti aq juga menang..”

      Dear my pretty Jez-jez, kita memang harus menang dari pagara yang namanya “tidak mungkin”, baik dari orang lain maupun keraguan kita sendiri. Sunguh jez, kalo Tuhan bisa baik sama aku , apalagi ama kamu yang bener2 loveable gt =) hugging you Jez. God bless you.

  4. @helgaindra June 16, 2011 at 3:18 pm Reply

    congrats ya bisa ke Belanda
    salut!

    • G.Viona June 17, 2011 at 5:19 am Reply

      Halo salam kenal. =) Terimkasih buat ucapannya. Semoga saya bisa memetik banyak ilmu dan membagikannya lewat blog ini. Saya juga masih terus belajar nulis. =) Have a nice day.

      • @helgaindra June 17, 2011 at 8:22 am

        salam kenal juga
        tulisan kakak juga cocok ko dengan kriteria pemenang
        lain daripada yang lain

        jangan sungkan untuk mampir di blog saya
        😀

  5. virna June 19, 2011 at 5:26 pm Reply

    I love your writing!

    • G.Viona June 29, 2011 at 6:01 pm Reply

      Virna, hai! =) Makasih banyak yahhhh. Semoga bermanfaat dan buat kamu betah bacanya! Kamu juga rajin nulis yah? Hebat! Salut! dan semangat terus ya. Follow your passion!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: