(24 Hours Before Final) I Should Be Fine

Wednesday, 08 June 2011

Tenggelam dalam sebuah rutinitas baru di salah satu pabrik yang menjadi tempat penelitian skripsi saya, membuat otak ini tidak terlalu pusing memikirkan keberangkatan besok. Menyenangkan sekali menjadi seorang peneliti kualitatif. Patut diakui, batas waktu memang menjadi faktor minusnya. Deadline skripsi telah menjadi sahabat saya beberapa hari ini, segenap energi dan pikiran seakan terkuras habis demi sebuah bukti dan juga legalisir akan 4 tahun pembelajaran di jenjang Universitas ini.

Keputusan untuk bekerja lembur pada hari itu telah saya ambil untuk menyelesaikan kewajiban yang diberikan. Mengingat bahwa besok saya harus terbang ke Ibukota, tentu saya tidak boleh menelantarkan tanggung jawab yang telah diberikan. Di saat kebanyakan dari yang lain telah melangkah pulang pada pukul 2 siang tepat, saya masih setia duduk di depan komputer hingga jam 6 sore. Diiringi dengan alunan suara Rod Stewart, saya semakin betah duduk dan terus menikmati pekerjaan yang ada. Mengoreksi ratusan lembar tes calon pegawai, secara manual.

* * *

Saat seisi rumah menyambut kekusutan muka dan pakaian saya, tidak ada hal lain yang saya inginkan selain tidur. Namun, aroma tim ikan asam manis buatan Mama memanggil-manggil dan menggagalkan rencana tidur saya. Menghabiskan sisa malam bersama orangtua, saya menonton TV dan berseda gurau mengenai banyak hal yang ditayangkan di TV, termasuk lontaran pertanyaan Papa yang saya jawab hanya dengan kata ‘hehh’ dan mata melotot.

“Ges, kenapa kamu gak mau jadi Presenter Berita aja?”

Pembicaraan mengenai keberangkatan saya esok hari? Tidak ada. Memasuki ruangan bernuansa bunga dan ungu, saya langsung memilih duduk di tepi tempat tidur yang juga ber-bedcover ungu pucat  dipadu dengan warna abu yang menenangkan mata.  Berbincang padaNya sebelum menutup mata merupakan hal lain yang memberikan damai sejahtera bagi jiwa saya.

“… Father, you know how I love it. Its almost three years already. And if this is Your time, so be it. Not because of my writing nor my mighty, it’s all Your grace..only.”

Kalimat terakhir dalam doa malam itu membuat saya lebih lagi pasrah dan legawa. Apapun yang terjadi, rencanaNya lah yang terjadi. Ya, saya tidak percaya adanya kebetulan dalam dunia ini.

(cont.)

Advertisements

2 thoughts on “(24 Hours Before Final) I Should Be Fine

  1. virna June 19, 2011 at 5:03 pm Reply

    tulisan kamu itu bener-bener indah ya..
    saya merasa tulisan-tulisan kamu ini merasuki saya dengan lembut..indaaaaaaaah banget!!
    You’re amazing! Waiting for your next post 🙂

    • G.Viona June 20, 2011 at 1:40 pm Reply

      Hai Virna, makasih banyak ya udah mau baca. =) I just saw your blog and i think its very attractive =) Ikutin terus blog saya ya, terutama saat di Belanda nanti. I hope to share something useful for you. Thanks a lot!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: