Hatinya Milik Tanah Air

Perbincangan malam hari bersama Bisma Mandasamsu memang banyak memberi kesan. Bagi mahasiswa,pasti tidak asing dengan pemuda yang dari dulu berjiwa nasionalis tinggi ini. Selain sudah terlalu lama tidak berjumpa, kami juga tidak bosan membahas hal-hal menarik yang pernah dialami saat masa pelayanan di BEM UKP 2 tahun lalu.
Namun hari ini, 2 hari sebelum hari sidang judul skripsi saya, ada sesuatu yang berbeda. Kalau orang bilang ‘Limited Edition’.

P R O L O G
Berawal dari pembicaraan kami mengenai pentingnya kemampuan berbahasa asing seseorang dalam masa sekarang ini, topik pun berkembang namun tetap dalam ranah yang sama. Bahasa.

Layaknya sebuah chat di BBM, ia mulai mengutarakan pengalamannya berkaitan dengan bahasa asing, dalam hal ini adalah bahasa Jerman. Ya. Memang saat ini ia mengambil kursus bahasa Jerman untuk mengisi waktu luang disamping kegiatan kuliah S2.

Awalnya saya mengira, ia akan menceritakan pengalaman lucu saat belajar bahasa Jerman. Namun, apa yang saya dengar benar-benar bukan sesuatu yang biasa. Ini spesial. Mungkin bagi orang lain malah aneh.

Semampu saya,ter copy lah pembicaraan kami di bawah ini. Memang saya fokus pada cerita dia saja, bukan respon spontan saya di sela-sela chat. Enjoy!
(Bahasa jawa telah diganti dengan bahasa EYD supaya lebih dipahami khlayak luas =D)
N U R A N I

“Jadi kan pas itu aku lagi ada
Acara masak2 bareng sekitar 10 orangan dr jerman
Trus aq kan bantu2 dr awal
Mulai persiapan dekor ampe alat2
Trus semua hal di tempat itu di model jerman
Bendera jerman dibentangkan besar2
Gelas jerman,masakan jerman, lagu jerman.
trus banyakan orang bicara jerman
Kecuali aku dan sekelasku yang kita baru mulai kita banyak pake inggris

Terus pas orang2 itu nyanyi2 jerman gt..
Nyanyi dengan sangat semangat gt orang2 baik yang indo atau yang jerman itu,tp nyanyi lagu jerman
Trus aku merasa ada yg mengganggu hatiku…

Dan aku keluar dr keramaian itu
Dan aku mikir apa ya
Aku dewe (arti : sendiri.red) pertama ya bingung
Trus stelah mikir aku sadar ternyata dalam batinku aku ndak (arti : tidak.red) nerima kenyataan kenapa kok kita harus belajar bahasa mereka

Mreka nyanyi2 ketawa2 seneng..
Aku ngrasa coba kalo di balik,mreka yang liat aku nyanyi2 laagu indonesia..gimana rasanya coba
Tp akhirnya pikiranku berujung pada satu hal :
Ya wajar kalo sekarang posisnya ky gini..karena aku yang mau sekolah kesana..dan aku yang butuh mreka..coba kalo negaraku lebih maju..maka akan terjadi sebaliknya..

“Aku baru pertama itu ges ngrasakno perasaan itu..”
Langsung di lapangan soalnya..

Detik ia selesai bercerita, saya pun semakin yakin kalau mantan Ketua BEM alias orang yang sempat mendidik saya ini memang diciptakan Tuhan spesial.
Hati nya ada di Indonesia.

Dari TK sampai saat ini, saya belum menemukan seorang teman sejawat yang mempunyai visi besar bagi bangsa ini. Tidak hanya itu, cinta kasih dan beban untuk negara ini benar-benar dinyatakan melalui hidupnya.
Studi S2 dengan topik yang menurut saya aneh dan gak banget, tapi memang diperlukan dalam dunia perpolitikan dunia pun dijalani saat ini. Semangat belajar yang tinggi demi pencapaian sebuah cita-cita yang sangat langka di lingkungan saya, yaitu :
-Menjadi seseorang yang bisa memimpin negeri ini menjadi lebih baik.
Pemimpin negara Indonesia-
Bukan hal yang mudah pasti. Namun, standing applause patut saya berikan sebagai wujud rasa salut pada sosok yang menjalankan niatan dan visinya dengan sungguh-sungguh walaupun dari nol.

Calon Presiden RI. Suatu saat.

Bisma Mandasamsu, calon Presiden RI. Suatu saat.

Respon saya terhadap ceritanya cuma sebaris. Sisanya saya geleng-geleng diatas spring bed dan terheran. Sebuah cerita yang sangat sederhana dengan pesan yang dalam dari seorang yang mengasihi negerinya.
Mengetiklah saya..

“Ko.. Mmg itu spesial loh ko.. Bukan gak normal, tapi Tuhan dah taruh beban di koko itu beda.. Seriously.”

 

K O N K L U S I  P R I B A D I
Saya bukanlah seorang expert bidang cinta negara dan nasionalisme. Karena itu, maklumkanlah pemikiran saya yang sederhana di bawah ini.

Jadi generasi yang world wide updated dan open minded bukan berarti tidak mencintai tanah airnya.
Go for it, as far as we can, as much as we could learn, then go back, share the knowledge in order to develop others and build the nation together.

Otherwise,

let’s do something. Joining the election, care and aware about the latest news of what happened in Indonesia, mention Indonesia in your prayer,and many more. Yes.
There are too many small things that we could do as our support for this country, imagine if that all ‘small things‘ done by most people here. See? A big difference is coming for us.

Sepanas-panasnya matahari di Indonesia,
Sebanyak-banyaknya polusi kendaraan,
Sekorupsi-korupsi nya oknum pejabat pemerintah,
Sesering-seringnya permintaan uang damai saat ditilang,
Sekacau-kacaunya cerita sinetron di TV lokal,dan..
Sesenang-senangnya saya dengan Negeri Kincir Angin,Belanda,
Indonesia tetap negara asal saya. Titik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: