The Perks of Being Cheated On

Be grateful!

I can’t deny that being cheated on hurts like sh*t, but I hope this writing will help you get the bigger picture if you ever experience the same thing – being ‘stabbed’ from behind.

This article wasn’t made to judge anyone out there. Everything expressed here is just my personal opinions which I gathered from my own thoughts and meaningful discussions with my guy and girl friends.

1. Define Your Own Definition of ‘Cheating’
#Discuss the term before you start the relationship in the first place with your partner. It includes how you would like to build this relationship and what are the boundaries for both of you.

Boundaries here are not always about physical actions (bold.underlined).
For some people, sneaking around to see someone else and hide it from your partner is considered cheating.
Others may feel betrayed if their partner start to feel comfortable talking about their personal issues (including their relationship,of course) with other person (esp. those in the opposite sex). I never find anyone who feels happy knowing that their partner feels more comfortable talking to another person (esp. those in the opposite sex) other than their own partner.

I know a man who decided to let his girlfriend know about his conversation with his ex-wife (apparently, they have to do it for the kid).
I know a man who always lets his lady know every single detail of the people he meets in one day. He makes sure that there won’t be any negative assumption or thoughts.
I know a very well-known man who decided not to have a meeting with a woman if there will only be the two of them; because he doesn’t want to deliver a wrong message. He does it, of course, for the sake of his relationship and value of trust.

The bottom line is: when there is a will, there is a way.

Unfortunately, not every person will care enough about this simple little thing. Yet, I believe that if a man/woman loves you for real, they will do it whatever it takes to keep you and the relationship going. PERIOD.

*By being cheated on, you understand that it is indeed very important to protect yourself, and have the same perspective about word “CHEATING” with your partner. Do not open any opportunities for other’s attention to sneak in and blur your feeling toward your partner.

2. It takes “two to tango” but “one wrong choice to burn the ship.”
#Both of you should have contributed to all the problems in your relationship. Whether you like it or not, the situation inside your relationship is created by both of you.
Yet, we always have many options (to solve it), and both of you could have taken different choices.

For whatever reasons, no matter how hard the problem is, never – ever discuss it with someone else (read : the opposite sex who are personally very close to you!). The first person you should talk to about your confusions or unpleasant feelings in the relationship, will always be YOUR PARTNER. Never let her/ him be the last to know and blame her /him because they don’t act as you expect them to. It happens because you simple never tell them, or tell them often enough.

Second opinion from others are good for your consideration, but always think about it wisely. Also, consider your basic purpose of doing it.

Do you sincerely need their opinion? OR are you just trying to get some attention / sympathy OR to attract them with your ‘one-sided-sad-story’?


*By being cheated on, you understand more about the importance of open communication. Always try to be wise and be the adult. Never run away from your partner and talk to her/him about your problems in this relationship and how you guys would like to improve.

3. Naked
#I’m not talking about that literal meaning of naked as not wearing any clothes. (wink) It’s about having that “naked” personality – the true color of someone else’s or yours.

A true color of someone else’s can be clearly seen in time of crisis. Try to observe of how they react and how they try to solve the problem; whether or not they have the eagerness to. Take a step back and see how they reveal their personality.

Most of the first stages of courtship, people tend to show you the sugar-coated and sweet side of them. But once the storm comes, we can see the true color of their personality, and also yours.

*By being cheated on, you can clearly see the quality of a person. No matter how bad the relationship is, cheating cannot be tolerated. Going back to point no 1, always refer to the definition of CHEATING that you agree on in the first place.

4. You Know How Hurt It Is
I will keep this one short.
You know that being cheated on hurts both your feeling and pride. As you know how it feels, you always have the choice for NOT doing it to your partner.

By being cheated on and hurt by it, you simply don’t want others to feel it or to experience it. You understand the importance to heal yourself from this pain, so that you won’t hurt others like this.

5. You Become Stronger
#I got this from an article and I think I should mention it. You would never expect that, actually, someone you trust would have the ability to hurt you so much. Yet, here you are; alive and survived.

You become a stronger person with a bigger heart. The pain has tested your endurance, and there’s no better way to go through it with your patience and forgiveness.

*By being cheated on, you become a stronger person. You become more human.

And now you know, you can’t not learn something from anything 🙂

Medan 1 : Sambutan Sempurna Kota Medan!

Katanya, Tuhan dekat dengan orang yang patah hati.

Melimpahnya berkat yang kami berdua rasakan sejak pertama kali menapak kota Medan mungkin adalah salah satu cara Tuhan merefleksikan kehadiranNya di dekat kami (teriak Amin keras-keras!)

***  

DARI BANDARA KUALA NAMU KE KOTA MEDAN

Bandara Kuala Namu bagusssss! Sambil menunggu kedatangan Majellin, saya melihat-lihat kagum dan bersyukur ternyata Indonesia bisa punya bandara oke kaya gini 🙂

Saat melihat Majellin di gate Kedatangan Domestik, saya spontan berlari dan memeluknya. Walaupun tidak sedramatis film-film Korea (karena kami bukan pasangan, haha! ;)) tapi rasanya menyenangkan akhirnya bisa bercengkrama dengan teman baik setelah sekian lama.

IMG_2619

Awalnya, kami cukup bingung bangaimana tiba di pusat kota Medan dari bandara baru yang letaknya cukup jauh ini. Setelah bertanya kesana-kemari, akhirnya kami memberanikan diri menggunakan taksi yang tersedia di bandara. Karena menggunakan taksi non-Blue Bird, kami sempat ragu karena khawatir tidak aman apalagi di kota asing. Namun, di lima menit pertama, ketakutan kami langsung luntur karena si Abang (panggilan pengganti “Mas”) begitu ramah dan menyenangkan. Saking baiknya, Abang tidak ragu memberikan arahan dan juga saran tempat mana saja yang wajib dikunjungi di Medan. Yang paling penting, ia menyalakan argo dan tidak menentukan tarif taksi seenaknya. Ah, awal yang sempurna untuk kedatangan kami di Medan. Terimakasih Abang!

Biaya Taksi dari Kuala Namu Airport – Pusat Kota Medan (hingga tiba di hotel) : Rp 150.000

*Info Transportasi Bandara Kuala Namu ke Kota Medan :

1. Taksi : Rp 150.000,00 ish

2. Kereta : Rp 80.000 per orang (setiap 2 jam)

3. Bus : Rp 15.000 per orang (setiap 15-30 menit)

 

WE LOVE “511 IDEAL STAY HOTEL”

Bertugas untuk mencari hotel di sebuah kota asing itu tidak mudah, apalagi kalau yang dicari adalah penginapan bagus dan juga murah. Berusaha untuk mendapatkan harga dan tempat terbaik, beberapa hari sebelum kepergian ke Medan saya merelakan diri berkutat dengan application pemindai hotel jagoan, Agoda.

Setelah mempelajari review hotel beserta peta kota Medan yang (untungnya) mudah dipahami, saya menjatuhkan gelar top two pada dua hotel yaitu Hotel Kesawan dan 511 Ideal Stay. Dari Agoda dan beberapa referensi online, Hotel Kesawan memiliki reputasi yang cukup. Lokasinya yang strategis dan berada di jalan protokoler menjadi alasan utama mengapa para wisatawan memilih untuk tinggal disana. Hotel Kesawan terletak tepat di depan salah satu restoran popular di Medan, Tip Top. Sedangkan 511 Ideal Stay adalah sebuah hostel baru berlokasi di salah satu gang seberang Hermes Place. Walau belum ada review dari pengguna sebelumnya di Agoda, saya tertarik dengan hostel ini karena konsep desain dan kebersihan yang terlihat di fotonya.

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya menggesek CreditCard dan memilih 511 Ideal Stay! Jujur, saya agak seram dan ogah tinggal di tempat kuno yang berkesan suram seperti Hotel Kesawan (hiks) 😦

Foto-Foto 511 Ideal Stay Hotel :

478741_130531163046_STD

Chill, the actual condition is as good as it is seen on the pictures 🙂

478741_130531163045_STD 478741_13060402130012623561_STD

Dengan harga promo sebesar Rp 250.000 per malam, kami berdua sangat puas akan kondisi kamar hotel dan pelayanan yang diberikan 🙂 Setelah menempuh perjalanan dari Bandara Kuala Namu, kami disambut oleh kehangatan resepsionis 511 Ideal Stay. Nuansa hotel yang minimalis dan dominan dengan warna coklat beraksen kayu membuat kami nyaman dan homy, seperti di rumah sendiri.

Tidak hanya itu, para pengunjung diberi kebebasan untuk memasak dan menggunakan fasilitas dapur yang ada, seperti meja makan bersama dan microwave. Tata ruang yang indah di setiap sudut semakin menyenangkan hati kami berdua. Setiba di kamar tidur, kami berdua pun loncat-loncat kegirangan karena merasa beruntung memilih hostel ini 😀 😀 😀

Walau tidak terletak di jalan utama, lokasi hotel ini sangat mudah diakses dan strategis karena semua tempat wisata menarik seperti Rumah Tjong A Fie, Tip-Top, dan Merdeka Walk dapat ditempuh dengan jalan kaki!

Biaya 511 Ideal Stay : 250.000 per malam x 2 malam = Rp. 500.000

Tunggu ulasan tentang tempat-tempat seru selanjutnya!

***

 

Prolog : Mengapa Saya ke Medan?

IMG_3108

“El, kamu juga pelajari peta Medan donk, jadi nanti kita sama-sama tau mau pergi kemana..” ujar saya sambil ribet klik sana sini di laman web tripadvisor, lonely planet, dan pastinya google map.

T y p i n g…

“Aku pergi ini cuma mau ketemu sahabat dan mau dia peluk aku…”balas Majellin melalui WhatsApp-nya

Sayapun terdiam 😥

***

TRAVEL DARURAT

Berpacaran selama 8 tahun (OMG!) dan akhirnya putus membuat hati sahabat saya remuk ga karuan. Tiap hari rasanya dibayangi sosok mantan kekasih yang susah dihilangkan, apalagi dilupakan. Air mata sudah jadi makanan setiap hari. Saya jadi prihatin dan ikutan sedih liat kondisi Majellin yang sedang kacau. Ya, ia sedang patah hati setelah hubungannya yang berumur sewindu kandas ditengah jalan.

Sambil menyelam minum air, saya pun tidak ingin menyia-nyiakan liburan ‘kejepit’ Hari Raya Idul Adha. Tidak ada salahnya menghabiskan uang sisa gaji untuk sesuatu berharga dan tidak dapat digantikan, yaitu kesempatan bertemu sahabat baik sambil mengeksplorasi kekayaan negeri Indonesia 🙂

Hati saya sangat gembira mengetahui bahwa kami – yang selama ini tidak tinggal dalam satu kota – akhirnya bisa bertemu. Bagian terbaiknya, kami akan menghabiskan beberapa hari di bulan Oktober di kota yang benar-benar asing, yaitu Medan. Angan mengenai liburan seru bukan menjadi alasan utama kami bertemu satu dengan yang lain. Jauh di lubuk hati yang paling dalam, saya berharap bahwa quality time ini dapat meringankan dan menyemangati hatinya.

KENAPA MEDAN?

Dalam menentukan kota yang dipilih, kami (lebih  tepatnya, saya) mencari referensi mulai dari teman-teman sekitar hingga laman web travel terkemuka seperti tripdavisor, lonely planet, dan agoda map. Saat proses browsing tersebut, saya menyadari betapa miskinnya pengetahuan dan pengalaman saya akan kota-kota di Negara sendiri 😦 Ternyata banyak sekali lokasi-lokasi menarik di Indonesia yang belum pernah saya kunjungi, bahkan melintas di pikiran saja tidak.

Setelah bingung antara Makassar, Palembang, atau Medan, akhirnya kami memilih untuk berkelana ke Ibukota Sumatera Utara, Kota Medan. Dengan mantap, akhirnya kami langsung beranjak ke proses pembelian tiket pesawat, pemesanan hotel, hingga mereview tempat-tempat mana saja yang sebaiknya dikunjungi. Bukannya tanpa rencana matang, namun konsep liburan kami dari awal sudah jelas : santai, down to earth, dan tidak penuh tuntutan (tempat wisata wajib atau kuliner wajib).

Pada dasarnya kami hanya ingin keluar dari pulau Jawa 🙂 Namun, berikut adalah beberapa alasan pedukung mengapa kami memilih Kota Medan :

  1. The China Town of Indonesia. Sering dengar istilah Cina Medan? Ya, kota ini merupakan salah satu persinggahan awal orang keturunan Cina di Indonesia. Tidak heran, kami berdua ingin melihat jejak budaya dan peradaban orang Cina pada masa lalu di kota Medan. Pasti menarik melihat dua budaya berbeda hidup berdampingan.
  2. Sudah bukan rahasia, kota Medan terkenal akan jajanan maupun makanan Chinese yang akan memuaskan perut wisatawan. Kamipun penasaran, seenak apa sajian yang disuguhkan di kota ini.
  3. Durian. Untuk yang satu ini, Anda tidak perlu penjelasan lebih dari saya.
  4. Medan adalah kota yang belum pernah dikunjungi oleh salah satu dari kami. Tidak sabar rasanya untuk menikmati pengalaman tersesat berdua dengan sahabat. Pasti seru!

***

Here we go!!!

IMG_2611

Hari Minggu, tanggal 13 Oktober 2013, kami siap berangkat dari kota masing-masing dan bertemu di Bandara Kuala Namu (Airport), Medan.

Sampai jumpa di tulisan berikutnya!

Legowo : The Art of (Self) Acceptance

DIALOG 1
“Tadi gimana presentasiku di depan customer? Feedback donk”
“Hmm tadi slide-nya udah oke, tapi tadi kamu ngomongnya cepet banget.. ya..gitu deh”
“Ah masa sih? Iyaya? Kamu ga tau sih di depan itu AC nya bener-bener dingin, makanya aku agak cepet gitu ngomongnya..“
“Oh..“
DIALOG 2
“Pacar kamu kok ngomongnya kasar sih?“
“Ah, itu artinya dia perhatian. Lagian tadi aku yang salah, makanya dia berhak kaya gitu.”
“Tapi kan..(belum selesai ngomong)
“Lagipula sebenernya dia baik kok, orangnya juga pintar, mandiri pula..”
“Oh..“

Familiar dengan dialog diatas?

*   *   *

Katanya, manusia percaya dengan apa yang ingin mereka percayai.
Manusia juga cenderung mendengar apa yang ingin mereka dengar.

Tidak heran, tanpa disadari, seringkali kita menggunakan modus curhat atau bertanya pendapat orang lain hanya untuk mencari sebuah afirmasi yang mendukung opini kita. Kalau respon yang didapatkan tidak sesuai harapan, biasanya yang timbul adalah pembelaan diri. Kenapa ya?

Di salah satu online magazine asal Inggris, Linda Kelsey mengutip penelitian yang menyatakan bahwa kebahagiaan seseorang sangat dipengaruhi oleh level ekspektasi dan penerimaan tertentu. Mereka yang selalu tampak ceria dan bahagia biasanya tergolong orang yang antusias dengan keadaannya saat itu. Sebaliknya, seseorang yang mudah down seringkali bersikeras mendapatkan sesuatu yang dikehendaki – saat gagal, mereka tidak memiliki kemampuan bertahan menghadapi kenyataan dan jatuh dalam kekecewaan. Eits, bukan berarti seseorang tidak boleh berekspektasi, namun ternyata diperlukan keahlian khusus untuk bisa hidup di masa-kini (present) dan menikmati yang telah dimiliki.

Sekarang, sangat masuk akal apabila seseorang seringkali mencari afirmasi dari sekitarnya. Tidak lain, mereka hanya ingin memenuhi pengharapan mereka sendiri, diterima, dan merasa bahagia. Namun sayang, kehidupan adalah dimensi penuh misteri – bukan drama seri Korea maupun cerita roman vampire yang tren saat ini. Pernahkan anda sakit hati karena dikhianati sahabat? Berapa kali anda menangis hingga tertidur karena ditipu kekasih? Atau atasan anda memberikan perlakuan yang tidak menyenangkan? Berapa kali kita dihadapkan dengan kenyaatan pahit?

Intinya, shit happens in our life 🙂

Ditengah kompleksnya dinamika hidup, ternyata sebuah cara sederhana dapat menumbuhkan bibit kebahagiaan dalam diri kita. Buang jauh-jauh rasa kecewa, putus asa, atau bahkan rasa apatis anda; sikap menerima dan menikmati apa yang kita miliki saat ini ternyata dapat membuat hidup lebih bahagia. “Dengan menerima kenyataan – baik maupun buruk, seseorang menjadi lebih realistis dan berbahagia. Kedepannya, ia memiliki kemampuan yang lebih untuk mengatasi hal-hal tak terduga, terutama yang dirasa buruk“.ungkap Dr Jose de Jesus Garcia, University of Monterrey.

Menurut Soren Kierkegaard, ada dua cara bagaimana seseorang dapat tertipu. Yang pertama, ia percaya dengan apa yang tidak benar. Yang kedua adalah mengingkari kebenaran. Kita memang bisa memilih untuk menghindari atau menyangkal sebuah realita yang tidak menyenangkan.

Pertanyaannya: Mau sampai kapan?

*   *   *

Untuk kualitas hidup yang lebih baik, mari mulai menerima kenyataan dan menikmati apa yang kita miliki sekarang, apapun itu.

Start your happy life with what you have!

quote-i-decided-very-early-on-just-to-accept-life-unconditionally-i-never-expected-it-to-do-anything-audrey-hepburn-83539

 *   *   *

Bali : Sejenak Berkawan dengan Satwa Liar, Menyatu bersama Alam.

Siapa yang tidak tahu Bali?

Kebanyakan orang Indonesia pasti sudah pernah mengunjungi Pulau Dewata yang populer di kalangan internasional ini. Pulau yang berada di tengah pulau Jawa dan Lombok ini telah menjadi surga para pelancong lokal maupun mancanegara yang haus akan hiburan. Apa yang tidak bisa dilakukan di Bali? Kekayaan sumber daya alam yang berpadu dengan keunikan budaya lokal telah membuat banyak wisatawan jatuh cinta pada pulau ini. Dari hangatnya sinar matahari yang disenangi turis asing, pertunjukan tari Bali yang selalu memikat perhatian, indahnya pemandangan rice terrace, dan pastinya pantai Bali yang wajib dikunjungi. Bahkan, salah satu stasiun televisi terkemuka, CNN International (2012) melalui websitenya, menetapkan Bali sebagai urutan ke 3 (tiga) dari 50 best surfing spots in the world. Wow!

Sejak SD, saya sudah beruntung bisa menginjakkan kaki di Bali untuk beberapa kali. Sampai pada akhirnya, saya merasa agak bosan mengunjungi pulau ini. Hmm, saya rasa ada yang salah. Pasti masih banyak tempat yang belum sempat saya kunjungi! Masa kalah dengan turis asing yang (katanya tour guide lokal) suka ‘blusukan’ di desa-desa Bali. Karena itu, pada kunjungan kali ini saya enggan untuk pergi ke tempat yang sudah familiar.

Bulan September lalu, setelah Singapore dan Thailand, kami sekeluarga sepakat untuk langsung meneruskan marathon liburan ke Bali. Berusaha mencari-cari objek wisata yang menarik, turun dari pesawat saya langsung mengambil brosur gratis tentang wisata Bali sebanyak-banyaknya. Kalau mama dan kakak sudah jelas suka makan dan shopping. Kalau saya (yang pecinta keindahan alam) mau kemana ya? Brosur cuma-cuma tersebut banyak menawarkan jasa spa dan pijat ala Bali, perjalanan ke Sangeh, Lovina, dan beberapa tempat lainnya yang memang sudah pernah saya kunjungi. Ah, akhirnya ada dua tempat yang menarik perhatian saya!

*  *  *

Singkat cerita, saya memutuskan untuk datang ke Bali Dolphin Lodge di desa Serangan untuk mencari informasi lebih lanjut tentang berenang bersama dengan lumba-lumba ini. Sebenarnya lumba-lumba bisa juga dikunjungi di Lovina, tapi lokasinya terlalu jauh, dan tidak ada jaminan untuk bisa melihat makhluk imut itu (karena faktor cuaca,dll). Sedangkan disini, dijamin lumba-lumbanya sudah siap berenang dan bermain bersama anda! Yayy saya sangat bersemangat! Tapi sayang sekali..saya gagal menjalankan rencana menyenangkan tersebut. Kami sekeluarga agak keberatan untuk membayar kurang lebih 700-800 ribu/orang untuk berenang bersama lumba-lumba. Bayangkan kalau kami sekeluarga semuanya turut serta! Oh, mahalnya.

Melanjutkan perjalanan, kesedihan saya terobati saat tiba di Bali Safari and Marine Park (BSMP). Berada di bawah manajemen Taman Safari Indonesia, BSMP ini merupakan taman konservasi satwa liar dan tumbuh-tumbuhan. Dalam area yang seluas 40 hektar, pengunjung bisa berwisata sekaligus belajar mengenai alam, mengamati binatang liar dari jarak yang dekat, berfoto bersama hewan liar pilihan, dan juga mengagumi berbagai show yang sudah dipersiapkan. Oya, anda juga bisa dinner bersama macan!

Ready to go!

Setelah membayar sejumlah Rp 135.000 per orang, kami sekeluarga langsung dipersilakan untuk menaiki mobil cute (bercat motif zebra) 😀 yang telah disediakan untuk membawa pengunjung melihat lebih dekat alam liar yang ada di setengah area konservasi (sisanya akan ditempuh berjalan kaki). Tidak lupa, seorang guide akan memberikan informasi terkait secara bilingual, yaitu Bahasa Inggris dan Indonesia. Note : Bahasa Inggris guide saya baguuusss sekali 😀 Rute yang ditawarkan oleh BSMP tidak terlalu panjang, namun sangat padat. Yang buat saya happy, kondisi taman safari ini bisa dibilang sangat baik, kandangnya bersih dan terawat, begitu pula dengan taman yang tertata indah. Tidak heran, BSMP ini mendapat Award untuk kategori Amusement Park dari Indonesia Travel Tourism Award 2011-2012. (Seandainya peninggalan budaya juga dilestarikan dengan profesional dan terawat seperti ini..). 

Tertarik?

Sekilas suasana “Safari Journey” 🙂

Family time 🙂

Baby Tiger and Moo

White tiger’s feeding time

30Mei2012 : Negeri Van Oranje dan Kompetiblog.

Hari ini nampaknya jadi hari bersejarah buat beberapa orang. Tanggal 30 Mei 2012 memberikan sebuah kesan menarik bagi saya secara pribadi. Tidak hanya itu, Tuhan memberikan saya kesempatan melihat kebahagiaan lain yang terjadi pada hari ini.

* *

Tanggal 30 Mei 2012. Saya memberanikan membaca ulang Negeri Van Oranje. Ini adalah ketiga kalinya saya membaca buku tersebut, namun dengan interpretasi yang sama sekali berbeda. Entah ada apa di Rabu ini, buku NVO yang saya buka secara acak seakan akan berbicara pada saya.

Cerita mengenai kehidupan lima orang yang belajar di negeri kincir angin membawa saya kedalam memori akan Belanda. Bukan hal yang mudah loh bagi saya untuk bisa membaca ulang, karena setiap alunan kata di novel tersebut langsung menyalakan tombol “play” pada ingatan saya.Indahnya Delft dengan kanal dan toko-toko mungil yang menyejukkan mata, ramahnya kota Leiden, serunya belajar dan berakhir pekan di Utrecht bersama teman-teman summer school, dan semuanya. Saya terharu.

Tidak hanya itu, buku tersebut kembali memotivasi saya untuk benar benar mengumpulkan tekad dan niat belajar ke negeri orang. Walaupun hampir putus asa karena persaingan perolehan beasiswa yang sengit dan tidak mudah, saya mau kembali bangkit dan mencoba lagi!! Saat membaca NVO tadi siang, saya benar-benar sadar. That’s where I want to go, that’s what I want to do. Thus, I should do more,more and more.

Malam ini. Saya dukung dalam doa supaya NVO 2 segera terbit dan kedua buku yang telah terbit akan segera difilmkan! (Saya mau ikutan kastingnya :D)

*   *   *

Tanggal 30 Mei 2012. Wah! Hari ini pengumuman Kompetiblog 2012. Dengan kilat, saya langsung memberikan ucapan kepada kedua pemenang (lewat twitter. apalagi?). Saya yang jauh di Surabaya ini turut bahagia, entah mengapa. Dengan tidak ragu pula, saya menjawab beberapa pertanyaan dari Ricky, pemenang 2 K2012. Semoga jawaban-jawaban via bbm bisa membantu, ya!

Sekali lagi, selamat kepada kedua pemenang yang telah mencapai negeri Belanda lewat menulis! Sungguh, pergunakan tiap detik berharga yang ada di sana. Jadilah spons, menyerap segala pelajaran formal sekaligus pelajaran hidup sebanyak-banyaknya. Tuhan memberkati.

*   *   *

Tanggal 30 Mei 2012. Yosua Kristanto, pemenang K2010 ,hari ini berulang tahun! Semoga segala mimpi tercapai dan hidupmu dilimpahi berkat dari Tuhan. Masih teringat jelas seluruh jasa dan kebaikanmu saat summer tahun lalu. Thank you very much for helping me and Titis 😀 God bless you.

 

historical.

 

Bagaimana denganmu hari ini? Semoga kamu pun juga berbahagia, mensyukuri setiap hal yang terjadi dalam hidup ini.

Si Bapak dan Rokok Tercintanya

“BUANG. Buang semua rokoknya di rumah itu..” perintah seorang bapak kepada anak gadisnya.

“Iya, Bapak. Nanti Gadis buang” tukas sang gadis berusaha menenangkan Bapaknya.

“Buang itu semuanya, jangan disisain. Buang itu..” ulang sang bapak yang terduduk sakit di kursi roda.

Tanpa menunjukkan ekspresi, sang suster tetap tenang mendorong kursi roda si Bapak menuju ruang foto rontgen. Ditemani oleh sang istri dan anak gadis yang setia mengikuti, si Bapak pun sudah siap masuk ke ruang foto untuk pemerikasaan paru-paru.

Di salah satu lorong rumah sakit Katolik peninggalan Belanda, istri dan anak dari Bapak tersebut menunggu tepat depan pintu masuk ruang foto rontgen tersebut. Ditemani oleh salah satu teman lelaki si anak, mereka pun berbincang. Di kursi kayu tua yang masih kokoh, si anak hanya tersenyum simpul, pikirannya melayang jauh dari kesedihan akan sakit yang diderita Bapaknya pagi ini. “Semoga hari ini banyak memberikan pelajaran, biar rencana indahMu saja yang terjadi.”ucap sang anak dalam hati sambil memutar ulang adegan pagi ini.

* * * 

Hendak keluar bersama salah satu temannya, Gadis sudah siap melangkahkan kaki dan berangkat ke gereja, hingga tiba-tiba suara yang lantang menghentikan langkahnya. Dari ruang makan, sang Bapak berteriak kepada Gadis dan kawannya. “ UGD, antar Bapak ke UGD. Sudah tidak kuat!” teriaknya dengan tangan yang memegang dada kirinya dengan ekspresi kesakitan. Panik, gadis dan kawannya pun membopong pria setengah baya itu ke mobil. “Cepat, cepat, sudah susah nafas ini..hh.hh.” terengah-engah si Bapak memberikan instruksi. Beberapa detik menanti kehadiran Ibu, mobil pun akhirnya berangkan menuju Rumah Sakit yang dirujuk keluarga tersebut.

Hening. Hanya deru mesin yang berlomba dengan waktu, dan helaan nafas kesabaran untuk setiap lampu merah yang ada. Si Gadis melihat kawannya -yang sebenarnya baru belajar menyetir mobil-, berkeringat dingin karena harus mengebut begitu cepat dan mengantarkan orang sakit ke UGD. “Mungkin ini bukan latihan menyetir yang menyenangkan”ujar Gadis dalam hati.

Di tengah-tengah perjalanan, sang Bapak beberapa kali merasa tidak kuat.

“Gak bisa nafas, sesak, ga kuat aku Bu..” ujar sang Bapak tersengal-sengal.

Tidak ikut panik, sang Ibu selalu mengelus dada Bapak dan berusaha menenangkan suaminya. Sambil berdoa dalam hati.  Selain itu, tidak ada yang bersuara hingga akhirnya mobil berhasil berhenti di depan Unit Gawat Darurat salah satu RS Katolik yang berada di tengah kota tersebut.

* * * 

Opname selama beberapa hari adalah keputusan yang diambil keluarga Gadis untuk akhirnya mengetahui diagnosa dokter. Terbaring di kasur putih dalam kamar yang beroma obat dan berdampingan dengan dua pesakitan lainnya, membuat sang Bapak tidak betah dan ingin segera pulang. Tidak hanya itu, selang oksigen pada hidungnya membuat Bapak risih, dua buah infus yang disuntikkan pada tangannya pun tidak disenanginya. Semua bentuk perawatan medis itu membuat si Bapak mengomel, ingin cepat pulang. Walau iba, Ibu dan Gadis tidak bisa menuruti keinginan sang Bapak, apalagi setelah mengetahui dari Dokter akan potensi penyakit yang diderita : Jantung Koroner, penyakit pembunuh nomor 1 di dunia (WHO 2008).

“Kalau tahu sesak dan sakitnya seperti itu, Bapak sudah nggak mau ngerokok dari dulu..”

“Rasanya kaya mau mati, nafas aja ambilnya susah sekali. Bapak kapok. Pulang nanti gak mau ngerokok lagi. Buang semua rokoknya.” Ucapnya panjang lebar penuh penyesalan.

“Iya rokok-rokok di rumah memang sudah dibuang kok. Tenang aja, Pak. Pokoknya Bapak cepat sembuh.” ujar Gadis berusaha tenang.

* * * 

Usaha dan doa yang dilakukan Gadis serta keluarga supaya Bapak berhenti merokok akhirnya membuahkan hasil. Walau dengan cara yang cukup menyeramkan, mereka tetap bersyukur dan mengerti bahwa pengalaman ini memberikan banyak pelajaran.

Saat itu, si Bapak menyadari bahwa nyawanya hampir saja tidak tertolong. Sebagai seorang perokok aktif selama puluhan tahun, ia adalah orang yang selalu pandai memberikan pembelaan akan kawan kecilnya, rokok, “Ah, lihat orang itu merokok sampai tua, juga tetap sehat-sehat aja”. Setiap harinya, Bapak bisa menghabiskan 3 pak rokok sekaligus. Selama berpuluh-puluh tahun, rokok merupakan konsumsi wajib kapanpun dan dimanapun. Sejak lama pula, anggota keluarganya sedih melihat ketergantungan Bapak akan lintingan tembakau.

Namun hari itu memberikan makna berbeda bagi hidup Bapak. Dengan potensi sakit jantung koroner, ia menyadari dan merasakan sakit yang mungkin dideritanya, dan bahkan bisa mengakibatkan kematian. Kondisi jantung dan paru-paru yang tidak baik akan sangat berpengaruh bagi hidupnya kedepan. Tidak hanya itu, ia pun harus menjalani gaya hidup sehat , menghindari makanan berlemak, dan terus berolahraga demi kesehatan organ paling penting dalam dirinya, jantung.

* * *

Berawal dari sikap yang meremehkan bahaya rokok, tanggal 18 Maret 2012 itu akhirnya menjadi klimaks dari pengaruh buruk rokok akan hidupnya. Pengalaman yang hampir mematikan itu mengajarkan si Bapak akan pentingnya gaya hidup sehat dan menjauhi tembakau. Hingga detik ini, si Bapak berhasil tidak merokok lagi. Semoga cerita sederhana diatas bisa menjadi inspirasi bagi pembaca sekalian untuk mulai menghargai hidup lebih baik lagi, tidak hanya untuk anda pribadi, namun bagi orang-orang yang mencintai anda.

Image

*Melalui cerita nyata diatas saya bersaksi dan bersyukur kalau Papa saya akhirnya bisa berhenti merokok dan mau berkomitmen menjalani hidup sehat. Walaupun pengalaman tersebut sangat menegangkan, bahkan menyedihkan, namun tetap saya ucapkan “Puji Tuhan”, karena saya yakin bahwa ada hikmat dibalik semua hal yang terjadi.